Logo Header Antaranews Riau

Menteri LKH datang, Wabup Bengkalis curhat masalah lingkungan

Kamis, 7 Maret 2024 18:07 WIB
Image Print
Menteri LKH Siti Nurbaya didampingi Wabup Bengkalis Bagus Santoso, Management Pertamina melakukan penanaman pohon mangrove di Mangrove Education Center Sungai Pakning Desa Pangkalan Jambi Kecamatan Bukit Batu dalam rangka memperingati Hari Bakhti Ribawan ke-41, Kamis (7/3). (ANTARA/Alfisnardo)

Bengkalis (ANTARA) - Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) Siti Nurbaya berkunjung di Mangrove Education Center Sungai Pakning, Kamis, membeberkan sejumlah persoalan terkait lingkungan hidup di wilayahnya.

Kedatangan Menteri LHK dalam rangka memperingati Hari Bakhti Ribawan ke-41 dengan agenda penanaman pohon serentak seluruh Indonesia secara virtual yang dipusatkan di Desa Pangkalan Jambi.

"Kami optimis, terkait sejumlah persoalan lingkungan dan kehutanan yang ada di daerah kami, seperti abrasi, kebakaran hutan dan lahan, air bersih dan persampahan, termasuk persoalan tata ruang hendaknya dapat rumusan kebijakan di tingkat pusat," kata Bagus.

Disampaikan Bagus, 69,85 persen atau lebih kurang 603.747 hektare dari luas Kabupaten Bengkalis saat ini masih merupakan kawasan hutan. Dan 30,15 persen atau 260.561 hektare merupakan area penggunaan lainnya,.

Selain itu, sebagian besar pantai di Pulau Bengkalis maupun pantai di Pulau Rupat, saat ini mengalami abrasi dengan tingkat abrasi yang bervariasi. Khusus pantai utara Bengkalis bagian barat merupakan pantai yang mengalami abrasi paling parah, sedangkan bagian selatannya mengalami sedimentasi. Pada kurun waktu 26 tahun terakhir ini, telah terjadi abrasi di Pulau Bengkalis dengan laju abrasi rata-rata 59 hektare/tahun, dan laju sedimentasi 16.5 hektare/tahun dan perlu biaya mencapai Rp2 triliun untuk membangun pemecah gelombang di sepanjang bibir pantai.

Ditambahkannya, Pemkab Bengkalis bersama masyarakat dan sejumlah dunia usaha siap bersinergi dan mendukung program penanaman pohon yang terus digagas oleh Kementerian LHK. Sebagai langkah nyata bersama untuk mengatasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup maupun percepatan rehabilitasi hutan dan lahan.

Sementara Menteri LKH Siti Nurbaya mengatakan pihaknya akan terus berupaya dan memperjuangkan daerah-daerah yang memiliki laju abrasi. Persoalan abrasi ini merata terjadi termasuk Kabupaten Bengkalis yang akan dilaporkan nantinya ke Presiden.

"Semoga dengan dukungan serta kerjasama kita semuanya program penanaman pohon ini, bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kabupaten Bengkalis yang daerahnya memiliki kawasan rawan abrasi," ujarnya

Usai melakukan penanaman bakau, Menteri LHK bersama Wakil Bupati Bengkalis dan rombongan melanjutkan peninjauan sekaligus penanaman Kantong Semar di Arboretum Gambut Kelurahan Sungai Pakning di Kecamatan Bukit Batu.




Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2026