Logo Header Antaranews Riau

Pengesahan APBD Riau Tertunda Hingga 2014

Jumat, 27 Desember 2013 17:09 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Ketua DPRD Riau M. Johar Firdaus mengatakan bahwa pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) murni dipastikan akan tertunda hingga awal tahun 2014.

"Sebenarnya sudah dijadwalkan pengesahan yang perkiraan sesuai dengan tahapan pada 24 Desember kemarin, kenyataanya sampai kemarin belum selesai pembahasan karena perlu penataan kembali jumlah belanja. Kemungkinan setelah reses pada minggu awal Januari 2014," kata M. Johar Firdaus di Pekanbaru, Jumat.

Penataan ulang anggaran tersebut karena buku yang dilaporkan oleh Tim Anggaran Pemrintah Daerah (TAPD) berbeda dengan yang diajukan kedua kalinya. Hal ini menurut Johar bertentangan dengan Mou yang telah disepakati pertama kali.

Untuk itu menurut Johar pimpinan fraksi tidak menyetujui hal ini sehingga disarankan untuk kembali disesuai dengan jumlah semula yang diajukan Bappeda.

"Teman-teman keberatan maka pada paripurna tidak disahkan, karena masih tidak sesuai dengan Mou." lanjut M. Johar Firdaus.

Sebelumnya jadwal pengesahan RAPBD 2014 pada 24 Desember ditunda oleh DPRD Riau dengan alasan tidak kuorum dan masih perlunya pendalaman terhadap draf anggaran tersebut oleh fraksi.

"Pengesahan RAPBD 2014 kalau dilanjutkan situasinya tidak kuorum, baru 27 anggota yang datang dan sulit sepertinya mencapai kuorum 37 orang dan juga ada pandangan fraksi yang ingin pendalaman draf rancangan ini," kata M. Johar Firdaus saat itu.

Saat itu jadwal telah berlalu satu jam, namun sampai satu jam dan dua jam berikutnya pengumuman masih meminta para undangan untuk bersabar menunggu hingga akhirnya pada pukul 23.30 WIB diumumkan jika pengesahan ini ditunda akibat terkendala satu hal dan lainnya.

Menanggapi hal ini Penjabat Gubernur Riau Djohermansyah Djohan keesokan harinya menyayangkan penundaan ini karena Riau akan kehilangan insentif Rp 30 Miliar akibat keterlambatan pengesahan.

Akan tetapi M. Johar Firdaus ketika dikonfirmasi mengenai kehilangan insentif ini mengatakan hal tersebut belum terjadi dan lebih baik menunggu apa yang akan menjadi ketetapan saja.

"Kalau itu kan belum terjadi, kita lihat nanti sajalah," kata M. Johar Firdaus.