Menko PMK ajak warga Kampar budidaya tanam kelor

id Kelor,Muhajir effendi, univeraitas pahlawan

Menko PMK ajak warga Kampar budidaya tanam kelor

Menko PMK saat menanam kelor di lahan Universitas Pahlawan Tuangku Tambusai Bangkinang Kota. (ANTARA/dok)

Bangkinang Kota (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhajir Effendi mengajak masyarakat Kabupaten Kampar menggalakkan menanam kelor.

"Mari kita kobarkan gerakan menanam, dan galakkan menanam kelor, sebab tumbuhan ini banyak manfaatnya bagi kesehatan dan kelangsungan hidup bumi,' kata dia saat menanam kelor di lahan kampus Universitas Pahlawan Tuangku Tambusai Bangkinang Kota, Rabu.

Gerakan menanam kelor ini merupakan salah satu upaya melakukan gerakan revolusi mental bagi generasi muda dan mahasiswa.

"Tanamkan budaya menanam, jangan biasakan menebang, sebab dengan menanam itu jauh lebih berharga dari suka menebang, menanam membutuhkan waktu bertahun-tahun sedangkan menebang itu hanya sekejap," kata dia didampingi Penjabat Bupati Kampar Kamsol dan mantan Wali Kota Pekanbaru HM Firdaus serta rombongan lainnya.

Gerakan menanam yang sedang digalakkan di Kampar ini punya nilai manfaat yang lebih banyak, salahsatunya untuk perlindungan tanaman jangka pendek, daunnya bisa dimanfaatkan gizi masyarakat

"Saya termasuk orang yang mengkonsumsi daun kelor, sangat banyak manfaatnya," kata Rektor Universitas Muhammadyah Malang ini.

Menanggapi tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental secara nasional telah dilaksanakan sampai ke daerah dan sudah berjalan dengan baik, akan tetapi harus ditingkatkan lagi pada 2024 dengan capaian tiga indikator, integritas, gotong royong, etos kerja.

"Dari tiga nilai itu sudah terbukti adalah gotong royong di saat dunia dilanda pandemi COVID19, Indonesia dinilai berhasil menangani masalah COVID-19, karena ada tindakan gotong royong dari masyarakat yang tidak memiliki oleh negara lain," jelasnya.

Betapa pentingnya nilai gotong royong itu dilaksanakan, pentingnya kerja sama bahu membahu menumbuhkan rasa empati dalam mengatasi semua kesulitan yang dihadapi dan Indonesia adalah negara terdermawan di dunia.