Logo Header Antaranews Riau

Pemkab Kampar Buatkan Rumah Bagi Penyadap Karet

Kamis, 18 Juli 2013 15:25 WIB
Image Print

Bangkinang, (Antarariau.com) - Pemkab Kampar, Provinsi Riau, membuatkan rumah layak huni bagi dua pasangan penyadap karet warga Kecamatan Kuok dengan dana Rp45 juta perunitnya dan sebelumnya hal serupa juga telah diterima pasangan tunanetra tukang pijat dan janda bernak tiga di Kecamatan 13 Koto Kampar.

Kedua pasang penerima adalah Senja Baharuddin (89) alias Lisuik bersama istrinya Leha (60) warga Desa Silam dan pasangan Yulhelmi dan Nurlela (42) warga Desa Pulau Jambu.

Kebahagiaan tersirat dari raut wajah kedua pasangan itu saat Asisten III Setda Kampar, Nurahmi bersama rombongan, menyodorkan replika rumah layak huni tersebut.

Pemandangan mengharukan terlihat di rumah berukuran 5x5 meter yang sudah bertahun dihuni oleh pasangan ini disaksikan masyarakat kampung Desa Silam Kecamatan Kuok itu

Rumah berdinding papan tanpa kamar mandi maupun jamban itu akan disulap menjadi rumah beton yang layak huni.

“Ibo ati so e. Kami uwghang miskin nyo. Kini, alhamdulillah kami bersyukur dan sangat berterimakasih bisa mendapat bantuan rumah ini. Tolong sampaikan ucapan terima kasih kami kepada Pak Bupati, Pak,” lirih suara Leha terdengar.

Bagi Lisuik dan Leha, program bedah rumah yang diberikan oleh tim safari ramadhan Pemkab Kampar itu, menjadi anugerah terindah sepanjang hidup. Soalnya, sampai kapan pun keduanya tak akan pernah bisa mengumpulkan duit untuk membangun rumah yang benar-benar layak huni.

Sesak napas Lisuik hanya bisa menderes pohon karet orang beberapa batang. “Saya cuma buruh potong karet. Hasil yang bisa saya dapat hanya 3 kilogram seminggu. Bagi hasil dari karet itulah yang kami pakai untuk kehidupan sehari-hari. Kami tinggal berdua, sementara 6
anak-anak kami sudah tak di sini lagi,” katanya.

Tabrani, salah seorang warga yang ikut memadati pekarangan rumah pasangan renta itu mengaku sangat senang dengan apa yang dilakukan oleh Pemkab Kampar. “Sudahlah mengantar rumah untuk warga, kami bisa pula bertatap muka dengan pejabat dan buka puasa bersama,” katanya.

Nurahmi yang menjadi pimpinan tim safari ramadan itu minta supaya waktu membangun rumah nanti, sebisa mungkin dilakukan dengan pola swakelola. “Kami berharap masyarakat mau bergotong royong membantu pembangunannya. Kepada Pak Baharuddin, mudah-mudahan bantuan rumah ini bermanfaat,” katanya.

Usai penyerahan rumah dan buka puasa bersama, tim safari ramadhan sholat maghrib berjamaah, isya dan tausiyah di masjid Darul Amal, persis di bibir jalan lintas Bangkinang- Ujung Batu itu.

Di masjid itu sudah hadir Nurlela 42 tahun, penerima bantuan rumah layak huni mewakili suaminya, Yulhelmi, yang tak bisa datang.

Kehidupan Yulhelmi dan istrinya tak jauh beda dengan pasangan Lisuik. Mereka hidup dari upahan menyadap karet orang. Untuk menambah penghasilan mereka turun ke sungai mencari ikan.
Kepada warga yang memadati masjid, lagi-lagi Nurahmi cerita kalau program rumah layak huni itu dibikin Pemkab Kampar, lewat proses yang cukup panjang. “Yang berhak mendapat rumah layak huni itu, dimulai dari rembuk RT, RW, Kadus, Kades, BPD dan tokoh masyarakat dibantu
Camat. Pola semacam ini kita lakukan supaya penerima rumah layak huni itu benar-benar tepat sasaran. Alhamdulillah, sampai sekarang sudah 8 dari 42 yang kita serahkan,” katanya.



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026