
Petani Dumai Begadang Antisipasi Kebakaran Lahan

Pekanbaru, (antarariau.com) - Sejumlah petani di daerah Guntung Kota Dumai, Riau, mengantisipasi kebakaran lahan yang mengancam lahan pertanian mereka secara swadaya dengan terpaksa berjaga hingga larut malam atau begadang dengan menggunakan peralatan seadanya.
"Kami terpaksa berjaga sampai malam dengan alat-alat seadanya, kalau petani mampu pakai pompa air tapi kebanyakan menyiram air pakai ember saja," kata Mulyono (45), koordinator petani di Guntung ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru, Selasa.
Menurut Mulyono, para pertani terpaksa harus begadang mengawasi kebakaran karena sampai kini tidak ada tindakan dari pemadan kebakaran Kota Dumai.
Ia mengatakan ratusan hektare kebun kelapa sawit milik warga setempat sudah terbakar selama tiga hari terakhir.
Lahan sawit pribadinya yang tanamannya baru berusia satu tahun juga sudah terbakar sekitar setengah hektare.
"Kalau dihitung kerugian mengganti bibit bisa sampai Rp2 juta juga," katanya.
Lahan gambut di daerah itu diakuinya membuat kebakaran lahan sulit dikendalikan. Kondisi itu diperparah dengan minimnya hujan di kawasan itu, mengakibatkan sumber air mengering.
"Kalau tidak ada air, kami berusaha membabat belukar supaya api tidak cepat merambat. Tapi cara itu tidak terlalu efektif karena kalau kebakaran dilahan gambut hanya bisa padam betul kalau turun hujan," katanya.
Selain merusak lahan warga, kebakaran juga mengakibatkan asap yang tebal menyelimuti udara.
Menurut Mulyono, jarak pandang pada pagi hari bisa turun sampai di bawah 10 meter.
Sejak pekan lalu kebakaran lahan dan hutan makin parah terjadi di Riau, khususnya di daerah Kota Dumai dan Kabupaten Bengkalis. Berdasarkan data Badan Lingkungan Hidup (BLH) Bengkalis, luas lahan yang terbakar awal Juni sudah lebih dari 600 hektare.
Asap kebakaran dari Sumatera bahkan sudah mencapai negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Bahkan, pemerintah Singapura sudah menyatakan protes kepada pemerintah Indonesia untuk segera mengantisipasi kebakaran lahan yang mengakibatkan kiriman asap mengganggu aktivitas warga di negeri singa itu.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

