
Stok Beras Aman

Pekanbaru, (antarariau.com) - Stok beras di Bulog Provinsi Riau kini mencapai 19.522 ton yang tersebar di sejumlah gudang bulog di daerah itu sehingga menjamin ketersediaan beras aman untuk empat bulan ke depan.
"Masyarakat, khususnya golongan tidak mampu, tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras apalagi dalam memasuki Ramadhan dan Idul Fitri karena stok masih aman," kata Humas Bulog Provinsi Riau, Syaiful di Pekanbaru, Kamis.
Ia menyebutkan 19.522 ton beras yang tersedia tersebut sebanyak 4.548 ton di antaranya kini didistribusikan ke masyarakat se-Provinsi Riau.
Bahkan, katanya, ketersediaan beras makin aman terkait akan masuknya sebanyak 5.000 ton beras lagi dari Jawa Timur yang akan dikirim melalui jalur kapal laut yang diturunkan di Pelabuhan Dumai kemudian dipindahkan ke Rengat dan selanjutnya didistribusikan ke sejumlah tempat, termasuk Pekanbaru.
"Jadi tidak perlu dikhawatirkan Provinsi Riau kekurangan pangan utama itu," katanya dan menambahkan apalagi sebanyak 6.900 ton beras lagi akan datang dari Sulawesi Selatan.
Sementara ketersediaan beras yang disimpan di gudang milik Bulog yakni di gudang Palas dekat Rumbai dan gudang di Jatirejo, namun beras yang disimpan di gudang-gudang Bulog Riau itu untuk keluarga miskin dengan masing-masing KK memperoleh sebesar 15 kg.
Namun demikian, beras subsidi pemerintah tersebut tetap dibeli oleh KK miskin dengan harga Rp1.600 per kg yang dikelola oleh masing-masing kelurahan.
"Ketersediaan beras di Riau cukup aman dan bila terjadi gejolak harga beras di pasar-pasar maka Bulog Riau siap melakukan operasi pasar," katanya.
Sementara itu, pantauan Antara Riau harga beras yang diperdagangkan pada sejumlah pasar di Kota Pekanbaru dan sekitarnya masih bertahan sama atau tidak terjadi gkenaikan kendati harga bawang merah dan cabai merah keriting mulai naik.
Sementara beras lokal yang tersedia di sejumlah pusat perbelanjaan tradisonal di Kota Pekanbaru, antara lain berasal dari beras sentra produksi Kabupaten Solok, Kota Payakumbuh, Bukittinggi, dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumbar. Sementara itu sebagian beras lainnya di datang juga dari Pulau Jawa.
Pewarta : Frislidia
Editor:
Frislidia
COPYRIGHT © ANTARA 2026

