Logo Header Antaranews Riau

Banjir Di Rohil Diakibatkan Perambahan Hutan

Senin, 14 Januari 2013 20:32 WIB
Image Print

Bagansiapiapi (antarariau.com) - Banjir yang akhir-akhir ini sering melanda wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau selain akibat tingginya curah hujan juga terkait dengan maraknya perambahan hutan dan aksi penebangan ilegal.

"Banjir yang selama ini terjadi di berbagai wilayah di Rohil seperti di Kecamatan Bangko, Bangko Pusako, Kecamatan Pujud, Kecamatan Kubu dan Kecamatan Rantau Kopar disebabkan sudah gundulnya hutan-hutan yang dijahili oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab. Hutan yang semula berfungsi untuk menampung resapan air kini tidak dapat lagi meresap ke dalam tanah," ujar H Rasmali yang juga anggota Komisi I DPRD Rohil kepada wartawan, Senin.

Mengatasi banjir diakibatkan maraknya perambahan hutan, Rasmali menyarankan petugas Dinas Kehutanan untuk turun ke lapangan dan terus menerus melakukan pengawasan agar hutan tidak lagi dirambah. "Makanya, pemerintah dalam hal ini petugas Dinas Kehutanan perlu terus menerus ke lapangan. Saya juga sering ke lapangan yang resikonya saya menjadi dibenci orang akibat dinilai usil masalah perambahan hutan," kata H Rasmali.

Ia menilai selama ini jika ada korban banjir di berbagai kawasan rawan banjir, pemerintah hanya memberikan bantuan kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya seadanya. Sementara apa yang menjadi penyebab banjir, tidak dilakukan penelitian yang seharusnya paling urgen dikerjakan.

"Padahal lebih baik mencegah daripada mengobati. Artinya penyebab banjir itu yang paling penting harus diatasi. Makanya pemerintah memang sudah harus lebih serius melakukan penanganan," katanya mengakhiri.

Sementara itu Kadishut Rohil Suandi terkait apa saja upaya dan program Dishut Rohil dalam mengatasi masih maraknya perambahan hutan di Rohil, mengatakan terus berupaya mengatasi perambahan hutan itu.

"Tugas menjaga hutan adalah tugas kita semua baik pemerintah, masyarakat dan komponen lainnya. Jika memang ada informasi perambahan hutan yang akurat, silahkan petugas kami dihubungi, kita akan mengambil tindakan," ujarnya.