Logo Header Antaranews Riau

Banjir Di Rohil Diakibatkan Perambahan Hutan

Sabtu, 12 Januari 2013 13:20 WIB
Image Print

Bagansiapiapi, (antarariau.com) - Satu penyebab utama banjir yang terjadi di beberapa wilayah di kecamatan Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau selain tingginya curah hujan juga diakibatkan masih maraknya perambahan ataupun perusakan hutan melalui penebangan oleh oknum-oknum.

"Penyebab banjir yang selama ini terjadi di berbagai wilayah Rohil seperti di Kecamatan Bangko, Bangko Pusako, Kecamatan Pujud, Kecamatan Kubu dan Kecamatan Rantau Kopar disebabkan sudah gundulnya hutan-hutan yang dijahili oleh tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab," kata H Rasmali anggota Komisi I DPRD Rohil di bagansiapiapi, Sabtu.

Ia menyatakan hutan yang semula berfungsi untuk menampung resapan air, kini fungsinya tidak lagi optimal akibat pohon-pohon sudah banyak ditebang. "Air tidak dapat lagi meresap ke dalam tanah dan bahkan melimpah ke permukaan yang pada akhirnya menimbulkan banjir," ujarnya.

Mengatasi banjir diakibatkan maraknya perambahan hutan, Rasmali menyarankan petugas Dinas Kehutanan untuk turun ke lapangan terus menerus melakukan pengawasan agar hutan tidak lagi dirambah oleh aksi illegal logging.

"Makanya, pemerintah dalam hal ini petugas Dinas Kehutanan perlu terus menerus ke lapangan. Saya juga sering ke lapangan yang resikonya saya menjadi dibenci orang akibat dinilai usil masalah perambahan hutan," kata H Rasmali.

Selama ini jika ada korban banjir di berbagai kawasan rawan banjir, pemerintah hanya memberikan bantuan kebutuhan pokok dan kebutuhan lainnya seadanya. Sementara apa yang menjadi penyebab banjir, tidak dilakukan penelitian yang seharusnya paling mendesak dikerjakan.

"Padahal lebih baik mencegah daripada mengobati. Artinya penyebab banjir itu yang paling penting harus diatasi. Makanya pemerintah memang sudah harus lebih serius melakukan penanganannya," katanya mengakhiri.

Sementara itu Kadishut Rohil Suandi ketika disinggung upaya yang dilakukan aparatnya dalam mengatasi penebangan liar menyatakan siap menerima informasi dan menindaklanjuti bila ada temuan masyarakat.

"Tugas menjaga hutan adalah tugas kita semua baik pemerintah, masyarakat dan komponen lainnya. Jika memang ada informasi perambahan hutan yang akurat, silahkan petugas kami dihubungi, kita akan mengambil tindakan," ujarnya.