Logo Header Antaranews Riau

PT INECDA Akhirnya Ganti Sapi Warga

Minggu, 16 Desember 2012 09:38 WIB
Image Print

Rengat, (antarariau.com) - Perusahaan PT Inecda Plantation akhirnya bersedia membayar denda sebesar Rp170 juta sebagai pengganti 34 ekor sapi milik warga yang mati keracaunan termakan pestisida, setelah berbagai upaya negosiasi dilakukan dengan melibatkan pemerintahan setempat.

"Kami telah membayar Rp170 juta sebagai pengganti sapi warga yang mati akibat pestisida perusahaan beberapa waktu lalu, ini merupakan niat baik perusahan dan sebagai bukti tetap adanya kemitraan antara warga dengan perusahaan," kata manajemen perusahaan PT Inecda Plantation,Sabtu (15/12) di Rengat.

Dikatakannya, masyarakat adalah bagian dari perusahaan, kemitraan tetap dijaga, hubungan baik tetap dipelihara, sapi warga yang mati sesuai dengan kesepakatan bersama diganti.sehingga warga tidak merasa rugi.bahkan kedepan pihak perusahaan akan memasang papan pemberitahuan hati-hati di beberapa tempat diareal perusahaan, dengan harapan warga berhati- hati memelihara ternaknya.

Ketua Kelompok peternak sapi didampingi Kades Tani makmur, Kecamatan Rengat Barat,Kabupaten indragiri Hulu, Boimin (35) membenarkan telah digantinya sapi yang mati akibat keracunan pestisida milik perusahaan beberapa waktu lalu.

"Kelompok peternak telah menerima uang pengganti sebesar Rp 170 juta dari perusahaan, dengan rincian Rp5 juta perekornya," terangnya.

Sebelum diganti oleh pihak perusahaan , warga masyarakat tani makmur khususnya kelompok peternak sapi sempat marah besar, bahkan sempat memasang beberapa portal dijalan menuju kantor perusahaan, sehingga mobil PKS perusahaan tidak dapat masuk, akibat belum dibayarnya ganti rugi sapi milik warga yang mati.

Nekatnya warga dan kelompok tani selama ini dikarenakan belum adanya titik terang dari pihak perusahaan untuk mengganti ternak warga yang mati. namun dengan adanya demo terhadap perusahaan tersebutlah membuat pihak perusahaan sanggup membayar semua kerugian peternak.

"Sebelumnya perusahaan berkelit tidak mau bayar, setelah beberapa kali dilakukan negosiasi barulah pihak PT Inecda mau mengganti kerugian peternak sebesar lima juta rupiah tersebut, Itupun setelah Bupati Inhu Yopi Arianto memberikan teguran keras kepada pihak perusahaan," terangnya.

Dengan telah digantinya sapi yang mati tersebut, Boimin selaku kades juga berharap seluruh peternak sapi yang berada didekat perusahaan untuk menjaga ternaknya, sehingga kedepan tidak adalagi yang mati. Sementara pihak perusahaan juga telah memasang papan pemberitahuan untuk diperhatikan oleh warga.

"Kedepan diharapkan semua pihak sama menjaga," harapnya. (Asri)