Logo Header Antaranews Riau

Infeksi Virus Penyebab Bayi Lahir Tak Normal

Selasa, 14 Agustus 2012 11:00 WIB
Image Print

Pekanbaru, (antarariau) - Pakar kesehatan khusus bayi dan kandungan dokter Tubagus Odhi mengatakan, infeksi virus pada ibu hamil dapat memicu kelahiran bayi dengan kondisi fisik yang tidak normal atau cacat.

"Infeksi yang terjadi terutama pada trimester pertama, di samping dapat menimbulkan kelainan kongenital dapat pula meningkatkan risiko keguguran," kata dr Odhi di Pekanbaru, Selasa.

Pernyataan dokter yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru ini sekaligus menanggapi berbagai kasus kelainan fisik bayi saat dilahirkan, seperti pada kasus bayi dengan usus terburai putri kedua dari pasangan Suhar (22) dan Rosdian (19), warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau, yang tengah ditanganinya.

Ia mencontohkan, infeksi virus rubella dapat menyebabkan bayi menderita katarak, mengalami kelainan pada sistem pendengaran, dan kelainan jantung bawaan dan juga kelainan fisik lainnya termasuk usus yang berada diluar rongga perut.

Kemudian, demikian Odhi, beberapa infeksi lain yang dapat menimbulkan kelainan kongenital antara lain infeksi virus sitomegalovirus dan toksoplasmosis.

"Jika sampai mengganggu pertumbuhan pada sistem saraf pusat maka dapat menyebabkan hidrosefalus (lingkar kepala membesar akibat timbunan cairan) atau mikrosefalus (lingkar kepala terlalu kecil atau dikenal dengan istilah mikroftalmia)," katanya.

Untuk mengindarinya, kata dia, sebaiknya sang ibu senantiasa mengonsumsi makanan yang bergizi namun berimbang atau tidak berlebihan.

Menurutnya, makanan atau apa saja yang masuk ke tubuh seorang ibu hamil akan menemukan jalan menuju janin yang sedang tumbuh dalam kandungan.

Dengan demikian, katanya, seorang ibu hamil sebaiknya memperhatikan zat-zat kimia pada makanan dan lainnya yang dapat mengancam kehamilan.

Hindari juga mengonsumsi atau menggunakan bahan-bahan yang memungkinkan ibu terpapar bahan-bahan kimia seperti daging, ikan, sayur, buah dalam kaleng dengan pengawet dan pewarna, antihama atau insektisida, cat rambut, make up wajah dengan merkuri dan timbal, uap pernis dan cat, katanya.

Secara teoritis, demikian Odhi, terjadinya kelahiran bayi dengan kelainan fisik termasuk usus terburai juga dikarenakan insersi atau penempelan pembuluh darah pada pusat bagian kanan yang tidak sempurna.

"Proses pertumbuhan yang tidak berlangsung secara baik, akhirnya membuah pusat atau sekitaran perut bayi berlubang, namun dinding perutnya tetap ada. Kasus demikian yang tengah dialami oleh bagi dengan usus terburai yang tengah dirawat di RSUD Arifin Achmad," katanya.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026