
UR Sesalkan Terjadinya Bentrok

Pekanbaru, (antarariau) - Pihak Rektorat Universitas Riau menyesalkan terjadinya bentrokan dalam pelaksanaan Kongres Mahasiswa UR yang mengakibatkan puluhan mahasiswa luka-luka dan kerusakan pada gedung rektorat.
"Kejadian ini sangat memalukan," kata Pembantu Rektor III UR Rahmat kepada ANTARA di Pekanbaru, Jumat.
Bentrokan dua kubu pada penyelenggaraan Kongres Mahasiswa terjadi di gedung Rektorat UR, Pekanbaru, Kamis (14/6). Lebih dari 20 mahasiswa dikabarkan luka-luka akibat terkena timpukan batu dan hantaman benda keras seperti kayu. Bahkan, tiga wartawan yang meliput peristiwa itu juga ikut luka-luka.
Menurut dia, baru kali ini penyelenggaraan kongres mahasiswa berlangsung anarkis. Ia mengatakan pihak rektorat menyiapkan sanksi bagi mahasiswa yang terbukti ikut dalam kerusuhan tersebut.
"Kerusuhan seperti ini sudah melanggar kode etik mahasiswa, bisa dikenakan sanksi skorsing," katanya.
Kerusakan di gedung Rektorat UR terlihat mulai diperbaiki, meski banyak kaca jendela yang pecah masih belum diganti.
Menurut Rahmat, kericuhan Kongres Mahasiswa disebabkan pembekuan pengurus BEM Fakultas Perikanan dan Kelautan (Faperika) oleh BEM dan BML UR karena masalah dalam pemilihan.
Hal itu kemudian diprotes oleh sekelompok mahasiswa karena BEM Faperika tidak diundang dalam kongres dan digantikan oleh himpunan mahasiswa jurusan.
Kubu yang menentang kejanggalan kongres meminta pihak rektorat tidak mengesahkan hasil kongres mahasiswa yang digelar pada Rabu (14/6). Kedua kubu yang saling klaim akhirnya bentrok di gedung rektorat.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

