
Bengkulu Kewalahan Tampung Sawit Luar

Bengkulu, (AntaraRiau) - Beberapa pabrik pengolahan kelapa sawit (CPO) di Provinsi Bengkulu terutama di wilayah Kabupaten Mukomuko dan Bengkulu Utara kewalahan menampung bahan baku dari luar daerah itu.
Pasokan Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit dari luar Bengkulu antara lain dari wilayah Sumatra Barat dan Jambi sehingga pabrik pengolahan kelapa sawit di Bengkulu kewalahan, kata Ketua Asosiasi Kelapa Sawit Bengkulu Khairul Siregar, Sabtu.
Akibat pasokan TBS kelapa sawit dari luar Bengkulu, maka otomatis berpengaruh pada harga beli di tingkat petani daerah itu.
Hingga saat ini harga kelapa sawit pada tingkat petani terus menurun menjadi Rp1.180,- dari sebelumnya Rp1.500,- per kilogram, sedangkan pasokan sawit dari luar Bengkulu terus meningkat.
"Kami khawatir daya tampung pabrik CPO di Bengkulu melebihi kapasitas, sehingga berdampak harga pada petani yang selama sudah cukup membaik," katanya.
Ia mengatakan, dalam sepekan terakhir setiap hari terjadi penurunan harga buah kelapa sawit, sehingga petani pada umumnya mengeluh.
Bila harga buah kelapa sawit pada tingkat petani mencapai Rp1.000,- per kilogram akan mengancam penghasilan petani sawit di daerah itu dan kebun petani akan terbengkalai, ujarnya.
Seorang petani kelapa sawit di wilayah Seblat Bengkulu Utara, Casiman mengatakan, harga pada tingkat pedagang pengumpul saat ini tinggal Rp1.100,- dari sebelumnya Rp1.500,- per kilogram.
Bila harga sawit itu merosot hingga di bawah Rp1.000,- per kilogram, maka sebagian besar petani bisa gulung tikar karena kebun tak terurus.
Idealnya harga sawit pada tingkat petani itu di atas Rp1.500,- per kilogram karena di samping tingginya pemeliharaan juga harga pupuk subsidi cukup tinggi dan bahkan cenderung langka, ujarnya.
Pewarta : ANTARA News
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

