Logo Header Antaranews Riau

Harga Sembako Di Pekanbaru Naik

Selasa, 10 April 2012 01:07 WIB
Image Print

Pekanbaru, (AntaraRiau-News) - Harga sembilan pokok (sembako) di sejumlah pasar tradisional di Kota Pekanbaru, Riau, naik hingga mencapai 10 persen sejak pekan pertama April 2012.

Pemantauan ANTARA di sejumlah pasar tradisional di Pekanbaru, seperti Pasar Rumbai, Pasar Kodim dan Pasar Pusat serta Pasar Sail, Selasa, harga sembako naik sekitar 10 persen meski pemerintah tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Pusing kami sebagai ibu rumah tangga, harga BBM tidak naik, tapi pedagang menaikkan harga sembako" kata Yusniar (39), warga Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai Pesisir, Pekanbaru dihubungi.

Menurut dia, harga beras yang semula Rp9.000 naik menjadi Rp9.500/kg, gula pasir semula Rp11.000 naik menjadi Rp12.500/kg, minyak goreng curah awalnya Rp11.000 naik menjadi Rp12.000.

Pendapat senada juga diutarakan ibu rumah tangga lainnya Ny. Fatmawati (41) warga Kelurahan Payung Sekaki, Tampan, Pekanbaru.

Dia mengatakan, harga minyak goreng kemasan semula Rp12.000 menjadi Rp13.000 per liter, daging sapi awalnya hanya Rp71.000 lalu naik Rp76.000/kg, ayam potong semula Rp19.000 menjadi Rp20.500 per kg.

Namun harga telur ayam negeri biasa Rp900 menjadi Rp1.000/butir, telur ayam kampung awalnya Rp1.300 menjadi Rp1.500 per butir.

Bahkan terigu yang semula Rp6.500 menjadi Rp7.500/kg, cabe merah awalnya Rp22.000 menjadi Rp25.000/kg, bawang merah Rp14.000 menjadi Rp15.000 hingga Rp15.500/kg, bawang putih Rp10.000 menjadi Rp11.000/kg serta kedele Rp8.000 jadi Rp8.500 hingga Rp9.000/kg.

Menurut Fatmawati bahwa harga sembako itu di pasar tradisonal naik tidak menentu, maka akan sulit turun seperti semula.

Dia mengatakan, pihaknya dan ibu rumah tangga lainnya kesulitan mengatur keuangan akibat naiknya harga sembako karena uang pemberian suami tetap saja jumlahnya tidak mengalami penambahan.

Sementara itu, Basir (48) pedagang di Pasar Rumbai mengatakan, kenaikan harga itu tidak dapat dielakkan lagi karena memang distributor sudah mematoh harga mahal.

"Kami hanya mengikuti harga distributor, kalau harga sembako naik, tentu tidak mungkin kami turunkan berakibat rugi," kata pedagang asal Pariaman, Sumbar itu.

Basir mengatakan bahwa pedagang besar menaikkan harga secara perlahan agar tidak merugi.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026