Pekanbaru (ANTARA) - Harga sejumlah bahan pokok di berbagai pasar Pekanbaru, Jumat relatif stabil, hasil pantauan Antara Riau, di Pekanbaru, Jumat menjelang Ramadhan stok dan distribusi bahan pokok ke wilayah setempat relatif berlimpah dan lancar.
Karena esok adalah hari pertama bulan puasa , maka hari ini diperkirakan adalah puncak aktifitas jual beli di pasar, dimana masyarakat akan berbelanja untuk kebutuhan Ramadhan.
"Cuma Harga tomat yang naik yang lain stabil," kata Ros pedagang sayuran di Pasar Kodim.
Ia mengatakan harga tomat kini di ecer Rp12.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp10.000 per kilogram.
Selain tomat, sebaliknya harga cabai keriting yang biasanya melonjak saat menjelang puasa justru bertahan di harga Rp55.000 per kilogram.
"Cabai Bukittinggi saja cuma diecer Rp55.000 per kilogram, biasanya suka naik hingga ratusan ribu," kata dia.
Harga eceran cabai keriting ini sudah lama bertahan sejak turun setelah naik di perayaan Imlek.
Data dari pedagang diperoleh kini harga telur ayam normal Rp50.000 per papan isi 30 butir. Bawang putih kini masih sama di ecer Rp42.000 per kilogram, bawang merah diecer Rp32.000 per kilogram.
Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan, Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Menengah Kecil (Disperindagkop dan UKM) Provinsi Riau Tetty Nurdianti mengatakan, memasuki bulan suci Ramadan kebutuhan bahan pokok meningkat, dikarenakan kebutuhan masyarakat untuk konsumsi lebih tinggi tiap tahunnya menjelang puasa, sehingga permintaan juga meningkat.
Walau meningkat di satu sisi harga sembilan bahan pokok (Sembako) di Provinsi Riau terpantau stabil.
"Seperti biasanya kebutuhan masyarakat untuk konsumsi itu lebih tinggi karena memang tren-tren tahun sebelumnya kalau mau puasa. Makanya permintaan meningkat. Jadi memang ada gejolak harga, tapi Alhamdulilah masih bisa dikendalikan," kata Netty.
Meski saat ini masih stabil, Netty menyebut, tidak menutup kemungkinan saat hari besar keagamaan seperti Ramada dan Idul Fitri, kenaikan harga kebutuhan pokok pasti terjadi.
"Kalau kita lihat tren nya memang jalan maupun saat Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN) terjadi kenaikan harga sembako. Karena saat Ramadan ada dan sampai menjelang Idul Fitri itu banyak kebutuhan masyarakat," sebutnya.
Namun, lanjut Netty, kenaikan harga yang melonjak tersebut terjadi di beberapa daerah terluar, seperti Indragiri Hilir (Inhil), Kepulauan Meranti, dan Bengkalis.
"Ini terjadi karena rute atau letak geografis yang jauh dari kota dan jauh dari provinsi penghasil. Sebab di Riau bukan daerah penghasil bahan pokok, dimana 70 persen masih bergantung ke provinsi-provinsi penghasil, seperti Sumbar, Sumut, Aceh dan pulau Jawa," terangnya.
Untuk mengatasi keterbatasan kebutuhan bahan pokok tersebut, pihaknya Disperindag Riau sudah melakukan beberapa upaya mulai minggu lalu, dengan melakukan kerja sama antar daerah dengan membawa BUMD pangan baik provinsi maupun kota.
"Kita sudah melakukan kerja sama antar daerah dengan membawa BUMD pangan dengan provinsi penghasil yaitu Sumbar difasilitasi oleh Bank Indonesia," tutupnya.**