
Riau masih rawan kebakaran

Pekanbaru - Analis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Pekanbaru memprakirakan sebagian wilayah Provinsi Riau masih rawan kebakaran hutan atau lahan (karhutla) meski di musim hujan saat ini.
"Sebenarnya pada Maret hingga April 2012, sebagian besar wilayah di Sumatra termasuk Riau masih memasuki musim hujan, bahkan mendekati puncaknya," kata Prakirawati BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru, Warih Budi Lestari di Pekanbaru, Selasa
Namun potensi hujan rata-rata terjadi pada sore hingga malam hari atau dini hari," kata Warih Budi Lestari.
Ia menjelaskan, penyulut karhutla adalah cuaca panas di sebagian wilayah Riau pada siang hari, bahkan mencapai temperatur maksimum diatas 35 derajat Celsius.
"Satu hal lainnya penyulut karhutla, yakni kebiasaan masyarakat dalam melakukan pembukaan lahan dengan cara instan pada saat cuaca panas. Salah satunya mungkin dengan membakar lahan," katanya.
Kebakaran atau pembakaran lahan oleh masyarakat tersebut, kata Warih, dapat menyulut kemunculan titik api (hotspot), bahkan tidak menutup kemungkinan berdampak pada kemunculan kabut bercampur asap.
"Kondisi demikian juga sebaiknya diwaspadai oleh masyarakat, karena kabut asap sedikit banyaknya juga akan menimbulkan penyakit pernafasan," ujarnya.
Warih atas nama pimpinan BMKG Stasiun Meteorologi Pekanbaru mengimbau masyarakat untuk sadar dalam menjaga lingkungan atau tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

