
Daerah pedalaman mulai langka BBM

Pekanbaru - Sejumlah masyarakat yang tinggal di beberapa kawasan pedalaman di Provinsi Riau mengabarkan sejak beberapa hari terakhir telah mulai terjadi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis premium.
"Sudah tiga hari ini minyak bensin (premium) susah ditemukan di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis. Tempat-tempat yang biasanya menyediakannya kosong, tidak lagi ada minyak," kata seorang warga setempat, Julianto Tobing (38) saat dihubungi wartawan, Rabu.
Dia menuturkan, akibat kelangkaan BBM itu, banyak warga di Pulau Rupat memilih untuk mengurangi aktivitas luar rumah yang memakan jarak tempuh cukup jauh mengingat kendaraan roda dua mereka yang tak lagi dapat difungsikan seperti biasanya.
"Bayangkan saja, tiga hari tidak ada minyak, bagaimana kendaraan bisa jalan. Mau berkebun pun susah jadinya," katanya.
Selain di Rupat, kelangkaan BBM bersubsidi juga terjadi di sejumlah wilayah pedalaman Riau lainnya, seperti di Kabupaten Rokan Hilir, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu bahkan Kabupaten Siak.
Kabar kelangkaan BBM terutama untuk jenis premium ini dikabarkan warga juga telah berlangsung sejak beberapa hari terakhir.
Juru bicara PT Pertamina Region I Sumatera Bagian Utara (Sumbagut), Fitri Erika justru menyatakan, bahwa jelang kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, justru terjadi trend peningkatan konsumsi BBM termasuk di wilayah Provinsi Riau.
"Sekarang ini, trend peningkatan konsumsi BBM mencapai sepuluh hingga 15 persen. Secara otomatis, kuota penyaluran BBM ke sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) juga ikut meningkat," kata Asisten Manager External Relations Fuel Retail Marketing Region I Sumbagut PT Pertamina ini.
Lewat perbincangan telepon di Pekanbaru, ia mengatakan, trend peningkatan konsumsi dan kuota BBM di lebih seratus SPBU yang ada di Provinsi Riau sudah terjadi sejak Januari hingga Maret tahun 2012 ini, atau sebelum kenaikan BBM bersubsidi pada April di tahun yang sama.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

