Logo Header Antaranews Riau

BBM mulai langka di Dumai

Kamis, 15 Maret 2012 09:41 WIB
Image Print

Dumai, Riau (ANTARARIAU News) - Sejak diterapkan pengawasan ketat pendistribusian bahan bakar minyak di sejumlah SPBU di Kota Dumai, Provinsi Riau sepekan terakhir, kelangkaan minyak jenis premium makin terasa.

Dari pantauan ANTARA di Dumai, Kamis, bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis premium yang biasanya dapat diperoleh dari pedagang BBM eceran dan dijual per liter itu, kini tidak ada lagi.

Pasalnya, sejak kebijakan pengawasan ketat pendistribusian, kini tidak lagi dibenarkan para pedagang itu membeli per jerigen di SPBU untuk dijual kembali secara eceran ke publik.

Informasi yang diperoleh ANTARA, pengawasan ketat itu dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Dumai bersama Kepolisian Resor (Polres) Dumai, untuk menghindari upaya penimbunan barang jelang dinaikkannya harga BBM subdisi oleh pemerintah per 1 April mendatang.

Ikbal, (26), warga Kelurahan Jaya Mukti, Kecamatan Dumai Timur yang mengontrak rumah sewa di sebuah kawasan sepi pemukiman Kota Dumai, mengaku, sudah lebih tiga hari ini kesulitan mencari BBM premium untuk kendaraan sepeda motor 'bebek'-nya.

"Biasanya saya tidak khawatir kalau sudah sampai di rumah dan melihat bensin motor habis, karena di sekitar sini ada yang jual eceran. Tapi sejak dua hari lalu, pedagang eceran ini tidak lagi berjualan," katanya mengeluh saat ditemui di Jalan Janur Kuning.

Sejak terjadi kekosongan BBM eceran di penjualan pinggir jalan, Ikbal yang sehari-hari bekerja swasta ini harus rela berhemat dan sebelum pulang ke rumah sudah harus melakukan pengisian minyak bahan bakar di SPBU.


Demo Pedagang
Akibat kebijakan yang tidak membenarkan lagi membeli BBM premium dengan menggunakan jerigen, puluhan pedagang minyak eceran mendatangi gedung rakyat DPRD setempat, Selasa (13/3).

Melalui aksi demo itu, mereka mengadukan nasib ke anggota wakil rakyat perihal tidak diperbolehkannya lagi pedagang eceran membeli minyak dengan menggunakan jerigen.

Massa pendemo mendesak kebijaksanaan dan solusi dari DPRD terkait pelarangan ini.

"Kami berharap para wakil rakyat memperjuangkan aspirasi ini, karena berjualan minyak dengan jerigen ini untuk memenuhi kebutuhhan hidup dan bukan untuk menimbun seperti yang kami dengar," kata seorang perwakilan massa pendemo.

Di antara pendemo itu ada juga pemilik kapal 'speedboat' dan pelaku usaha perkebunan yang terbiasa membeli BBM per jerigen.

Mereka pun protes karena ada warga yang membeli dengan nmenggunakan jerigen di SPBU Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, lalu dikejar petugas kepolisian setempat dan ditangkapi.

"Kami ini seperti maling pak, hanya untuk membeli minyak per jerigen sudah dikejar polisi," kata Munir, salah seorang pendemo.