
Putri wartawan meninggal akibat DBD

Kampar - Selang sepekan tercatat puluhan warga di ibukota Kabupaten Kampar, Riau, dilarikan ke berbagai rumah sakit, akibat terkena virus demam berdarah dengue (DBD).
Informasi dihimpun ANTARA, Kamis, satu di antaranya korban meninggal akibat DBD atasnama Rahmi Syadri Putri (6,4) putri dari Syaifullah anggota PWI Perwakilan Kabupaten Kampar, meninggal dunia.
ANTARA memperoleh informasi terkini, Rahmi meninggal sekitar pukul 09.45 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 'Arifin Ahmad' Pekanbaru, ibukota Provinsi Riau.
Sebelumnya, Rahmi telah dinyatakan positif terserang virus Demam Berdarah Dengue (DBD) dan telah keluar masuk rumah sakit kurang lebih dua minggu yang lalu.
Sejak tanggal 20 Februari 2012, dia sempat dirawat inap di Rumah Sakit 'Husada Bunda', dan sempat satu hari sekolah pada hari Senin (27/2).
Tetapi, Rahmi kemudian dilarikan ke RSUD Bangkinang (ibukota Kampar), untuk memeriksakan darah.
Namun karena kondisinya cukup mengkhawatirkan, akhirnya dirujuk ke Rumah Klinik 'Camry'.
Dari sini, dengan alasan peralatan medis tidak lengkap, pasien kembali dirujuk ke RSUD 'Arifin Ahmad' atas saran dokter yang menanganinya.
Usaha pihak Syaifullah selaku orang tua pasien, ternyata berujung pada situasi berbeda.
Pada pagi hari Kamis ini, Syaifulah masih sempat menghubungi kerabat wartawan dengan pesan singkatnya berbunyi: "Anak saya sekarang sedang koma, mohon bantu saya".
Tetapi tak lama berselang, ANTARA menerima lagi pesan singkat terbaru dari seorang rekan anggota PWI Kampar, yang menginformasikan, anak Syaifullah sudah meninggal.
"Siapa bilang anak saya meninggal, itu SMS bohong. Saya masih di jalan meuju ke rumah sakit Pekanbaru, itu tidak benar," kata Syaifullah membantah berita itu.
Memang sejak Rabu (7/3) kemarin, Syaifullah bercerita kepada ANTARA, ia terpaksa pulang ke Bangkinang meninggalkan anaknya di RSUD 'Arifin Ahmad Pekanbaru, dalam rangka mencari bantuan biaya.
Apa hendak dikata, Sang Khalik telah mengambil harta yang paling berharga dari rekan kita Syaifullah hari ini.
Syaifullah pun pasrah setelah mengetahui keadaan sebenarnya.
Diperoleh informasi, jenazah anaknya hari ini juga dibawa pulang ke Desa Ganting Salo, Kecamatan Salo, Kampar.
Sebagaimana diberitakan ANTARA Rabu (7/3) kemarin, musim hujan yang belakangan mulai melanda Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, menyebabkan warga diingatkan untuk mewaspadai penyebaran serangan virus demam berdarah.
"Kewaspadaan harus ditingkatkan atas Demam Berdarah Dengue (DBD). Buktinya, pasien yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang, sepanjang awal Maret 2012 ini saja telah mencapai 10 orang," tutur Nurasyiah, Rabu.
Kepala Bidang Pelayanan dan Keperawatan RSUD Bangkinang ini mengungkapkan pula, sebagaimana pengalaman sebelum-sebelumnya, para pasien kebanyakan datang dari tujuh kecamatan rawan DBD, yaki Kuok, Kampar, Tapung Hulu, Bangkinang Seberang, Tambang, dan Kecamatan 13 Koto Kampar.
Dikatakan, sejauh ini tidak ada pasien yang meninggal dunia, karena warga mulai sadar serta sigap mengatasi keluarganya jika terkenal DBD.
Tetapi secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Herlyn Rahmola, mengungkapkan, sebetulnya sudah ada satu warga yang meninggal dunia.
Data itu, menurutnya, berasal dari seorang warga Desa Sipunggung bernama Hermansyah, yang mengungkapkan, ada 14 warga Desa Salo Timur terkena DBD, bahkan satu orang dilaporkan meninggal dunia.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

