Dinas PU Dumai usul anggaran Rp7 miliar untuk normalisasi drainase

id Banjir Rob Dumai, Dinas PU Dumai,Kota dumai

Dinas PU Dumai usul anggaran Rp7 miliar untuk normalisasi drainase

Warga beraktivitas di permukiman yang tergenang banjir rob di Kota Dumai, Riau, awal Mei 2020. (ANTARA/Aswaddy Hamid)

Dumai (ANTARA) - Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Dumai kembali usulkan kegiatan pengendalian banjir sekitar Rp7 miliar dalam rencana anggaran perubahan Tahun 2020 untuk program normalisasi dan pembersihan endapan lumpur drainase.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Kota Dumai Zulkarnain diwakili Kepala Bidang Sumber Daya Air Wan Rikodi Dumai, Senin, mengatakan, ancaman banjir di permukiman dan ruas jalan perkotaan sudah mengkhawatirkan, dan pemerintah terus berupaya menjalankan program pengendalian sesuai kemampuan keuangan daerah.

"Anggaran pengendalian banjir sempat tertunda karena kita menghadapi pandemi virus corona, namun dalam rencana anggaran perubahan kita usulkan lagi dengan nilai sekitar tujuh miliar rupiah," kata Wan Riko.

Dijelaskannya, kegiatan penanganan banjir direncanakan meliputi normalisasi drainase di sejumlah kawasan perkotaan, normalisasi sungai di Kecamatan Pinggir dan pembersihan lumpur penyebab saluran drainase tersumbat.

Dinas PUPR Dumai diakuinya belum melakukan pengkajian terhadap luapan air laut ke daratan yang cukup besar ini, namun ditaksir kejadian banjir rob itu dampak dari curah hujan tinggi dan saluran air tidak optimal yang tidak mampu menampung bah tersebut.

"Penanganan banjir tetap prioritas dengan menata saluran drainase dan sungai serta pembersihan endapan lumpur penyebab terjadi sumbatan," sebut Riko.

Pemantauan, sejumlah ruas jalan dan pemukiman di Kecamatan Dumai Kota tergenang banjir rob dan sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir dengan air berwarna cokelat kemerahan ini menggenang hampir merata di sejumlah ruas jalan, bahkan sudah menggenangi pemukiman warga.

Banjir menggenang di sejumlah ruas jalan ini terlihat di Jalan Sultan Hasanuddin, Cempedak, Jeruk, Pangkalan Sena, Tegalega dan Anggur serta ruas jalan perkotaan dan gang lainnya.

Akibat banjir ini, banyak pengendara sepedamotor berbalik arah dan enggan melintasi karena kuatir bisa menimbulkan karatan pada motor, namun tidak sedikit juga yang nekad menerobos meski harus beresiko mogok terendam air dengan ketinggian mencapai 20 sentimeter.

Seorang warga Jalan Hasanuddin, Tuti mengaku banjir rob kali ini terbesar dibanding sebelumnya, karena air laut sudah memasuki rumah, biasa hanya sebatas di halaman, dan dikuatirkan selain mengotori lantai, juga hewan melata bisa terbawa arus ke dalam rumah.

"Biasanya tak pernah air pasang keling ini masuk dalam rumah, mungkin karena banjir kali ini terbesar, jadinya kita direpotkan dengan menguras air dan membersihkan lantai," kata Tuti.

Baca juga: Karhutla Riau - Warga Dumai keluhkan asap dan banjir rob

Baca juga: Pertamina Dumai Normalisasi Parit Warga Atasi Banjir


Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar