Inggris akan hadapi gelombang kedua pandemi COVID-19

id Berita hari ini, berita riau terbaru, berita riau antara, corona

Inggris akan hadapi gelombang kedua pandemi COVID-19

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson. (ANTARA/REUTERS/Pool/Steve Parsons/aa.)

London (ANTARA) - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan tak dapat dipungkiri bahwa negara tersebut akan menghadapi gelombang kedua virus corona dan meski dirinya tidak menginginkan penguncian nasional kedua namun pemerintah mungkin perlu menerapkan pembatasan lanjutan.

Inggris dikabarkan sedang mempertimbangkan apakah pihaknya akan memberlakukan penguncian lanjutan di seluruh negeri, setelah kasus baru COVID-19 hampir dua kali lipat menjadi 6.000 per hari, pasien baru di rumah sakit meningkat dan tingkat infeksi melonjak di seluruh wilayah Inggris utara dan London.

Baca juga: Hasil tes cepat, lima pegawai Rutan Dumai Reaktif COVID-19

"Kini kami melihat gelombang kedua datang...Saya khawatir, tak dapat dihindari, bahwa kami akan melihatnya di negeri ini," ucap Boris.

Kenaikan tajam dalam jumlah kasus di Inggris menandakan bahwa pemerintah perlu mengevaluasi semuanya dan ia tidak mengesampingkan penerapan pembatasan lanjutan.

"Saya sama sekali tidak menginginkan penguncian nasional lagi," katanya, namun menambahkan: "Ketika anda melihat apa yang sedang terjadi maka anda harus mempertimbangkan apakah kita perlu melangkah lebih jauh."

Baca juga: Donald Trump sebut vaksin corona akan ada beberapa minggu lagi

Baca juga: 6 warga Bengkalis kembali positif COVID-19


Sumber: Reuters

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Pewarta :
Editor: Vienty Kumala
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar