Logo Header Antaranews Riau

Datuk Melayu Kukuhkan Panji Adat

Kamis, 12 Januari 2012 12:12 WIB
Image Print

Kampar, Riau, (ANTARARIAU News) - Demi melestarikan adat budaya Melayu Kampar, 'Datuk Bandaro Sati Ninik Mamak Kenegerian Bangkinang', Prof Dr Amir Lutfi, mengukuhkan Bupati Kampar, H Jefry Noer sebagai 'Payung Paji Adat Datuk Andiko Ajo Penghulu'.

"Peran 'ninik mamak' (pemangku adat) dalam mengayomi 'anak kemenakan' di lingkup kami sangat dijunjung dan dipatuhi. Dan ini menjadi perhatian serius juga kami dari jajaran pemerintahan untuk mendukungnya," kata Jefy Noer, Kamis.

Ia pun berharap, agar implementasi berbagai kearifan budaya lokal ini, bisa mendorong semua pihak, termasuk di jajaran pemerintahan, agar saling mendukung.

"Selain itu, mari kita saling mengkoreksi diri, apakah 'ninik mamak' telah salah atau sebaliknya pemerintah yang tidak memperhatikan 'ninik mamak'. Karena tugas pemerintahan, ialah, bagaimana membuat 'ninik mamak' tidak dilecehkan oleh anak kemenakan," tegasnya.

Upacara pengukuhan Bupati Kampar, H Jefry Noer sebagai 'Payung Panji Adat Datuk Andiko Ajo Penghulu' oleh Prof DR Amir Lutfi Datuk Bandaro Sati Ninik Mamak Kenegerian Bangkinang' selaku Penasehat Lembaga Adat Kampar itu sendiri berlangsung, Rabu (11/1) lalu.

Acara adat itu dilanjutkan dengan pengukuhan Pengurus Lembaga Adat Kampar (LAK) periode 2010-2015 di Gedung Mahligai Bungsu Bangkinang.

Prosesi acara adat tersebut diawali dengan mengarak Jefry Noer yang telah berpakaian adat dari kediamannya di Balai Bupati Kampar menuju lokasi acara di Gedung Mahligai Bungsu Bangkinang.

Rombongan Bupati Kampar itu disertai para pengurus LAK, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kampar dan pimpinan Dewan dipimpin Wakil Ketua DPRD Kampar, Ny Hj Eva Yuliana Jefry.

Mereka diarak dengan iringan musik tradisional "Dikiu Gubano". Arak-arakan itu didukung delapan orang 'pendikir' menepuk 'gubano'. dengan membawakan lagu khas 'Uwai' yakni "Berdah".

Ketika rombongan Jefry Noer memasuki halaman Gedung Mahligai Bungsu, diadakan penyambutan kebesaran, diiringi alunan musik tradisi khas Kampar "Calempong Gong" dari 'Komunitas Pulau' yang ditampilkan dengan penuh suasana kegembiraan.

Pengukuhan dilakukan oleh Prof Dr Amir Lutfi dengan memasangkan topi adat simbol kebesaran sebagai Payung Panji Adat dan membacakan sumpah, sebagai pemegang amanah dari anak kemenakan.

Isi 'sumpah' itu, yakni "Saya berjanji pada mu ya Allah, akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk mensejahterakan masyarakat Kabupaten Kampar, masyarakat yang beradat, adat yang bersendikan syarak dan syarak bersendikan kitabullah. Saya berjanji pada Mu ya Allah, untuk berlaku benar, ikhlas dan tegas dalam mencari keridhaan Mu. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar".

Usai menjalani prosesi peneguhan sebagai Payung Panji Adat, Jefry Noer mengukuhan Pengurus LAK Kampar periode 2010-2015 dengan membacakan sumpah para 'Ninik Mamak' itu.

Keseluruhan 'Ninik Mamak yang dikukuhkan sebanyak 495 orang.

Ikut menyaksikan prosesi acara kebesaran adat tersebut dengan penuh hikmad, antara lain Kapolres Kampar, AKBP Trio Santoso, Dandim KPR 0313, Kajari Bangkinang serta pejabat berbagai eselon dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kampar.

Ketua Panitia Pelaksana, Sudirman Datuk Patio, mengemukakan, pengukuhan terhadap Jefry Noer itu merupakan amanah yang diberikan oleh 'anak kemenakan', karena mereka sangat berharap dia dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat Kampar.

Sementara itu, H Masnur, selaku Dewan Pembina LAK, mengutarakan, peran 'Ninik Mamak' sangat penting, dan memiliki fungsi tidak terpisahkan dengan pemerintahan sebagai "tali bapilin tigo, tigo tungku sajarangan" terhadap 'anak kemenakan'.

"Makanya, Pemkab Kampar memberikan perhatian kepada 'Ninik Mamak', salah satunya dengan mendukung dana intensif setiap bulannya," jelasnya.

Ia juga berharap kepada Jefry Noer selaku Bupati Kampar, agar dapat menuntaskan masalah Sekretariat LAK Kampar, berkaitan dengan telah turunnya tim penghapusan aset daerah.

"Kalau Sekretariat LAK yang saat ini digunakan akan dihapuskan, ke mana lagi 'Ninik Mamak' ini dapat berteduh. Sebab, jika gedung sekretariat sekarang diubah fungsinya menjadi Taman Kota, tentu harus ada solusinya," tutur Masnur.



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026