Logo Header Antaranews Riau

Anak Muda Dominasi Lakalantas

Jumat, 30 Desember 2011 16:11 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Pengendara sepeda motor yang sekitar 55 persen-nya merupakan warga berusia muda, mendominasi jumlah kecelakaan lalu lintas sepanjang 2011 di Provinsi Riau.

"Tercatat 2377 kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) melibatkan pengendara sepeda motor. Jenis kendaraan ini benar-benar mendominasi jumlah keseluruhan Lakalantas," kata Kasubdit Bin Gakkum Polda Riau, Kompol Ery Apriono, kepada ANTARA, di Pekanbaru, Jumat.

Ia mengkhawatirkan, karena dari catatan kepolisian, mayoritas kecelakaan dialami oleh kelompok pengendara usia 14 hingga 29 tahun, yakni sebesar 55 persen.

Didi, (28), seorang pegiat salah satu komunitas sepeda motor di Riau, berpandangan, mudahnya prosedur kepemilikan sepeda motor dan peningkatan penghasilan masyarakat Riau, menjadi faktor pengaruh dominan terhadap angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor.

Selain itu, sikap permisif warga terhadap pengguna sepeda motor usia dini, menurutnya, juga menjadi faktor penunjang lainnya.

"Banyak pengguna sepeda motor muda yang kadang belum memenuhi syarat, namun diberikan sepeda motor oleh orang tuanya," katanya.
Ia menunjuk bukti, yakni, jalanan di Riau menjadi layaknya sirkuit bagi anak-anak usia muda.

"Itu menjadi pemandangan yang lumrah terjadi di Riau. Tengok saja jalan-jalan protokol itu, ABG banyak yang pamer keahlian 'freestyle' siang-malam," katanya.

Didi mengaku prihatin, karena aksi mengangkat roda depan sepeda motor, kebut-kebutan dan tidak melengkapi diri dengan perangkat keselamatan berkendara, sangat membahayakan.

"Bukan (membayakan) hanya untuk diri sendiri saja, tapi juga untuk orang lain," tegasnya.



Pekanbaru Terbanyak Lakalantas

Sementara itu, Ery Apriono, mengungkapkanpula, dari seluruh kota dan kabupaten, Lakalantas pengendara sepeda motor terbanyak terjadi di ibukota provinsi, yakni Kota Pekanbaru, dengan 369 kasus.

Kemudian, menyusul Kabupaten Rokan Hulu (312 kasus), Kabupaten Siak (276), Kabupaten Bengkalis (228), Kabupaten Kampar (227), Kabupaten Inderagiri Hulu (225), Kabupaten Pelalawan (219), dan Kabupaten Rokan Hilir (214).

Berikutnya, Kabupaten Kuantan Singingi memiliki angka Lakalantas 119 kasus, Kota Dumai (95), dan terendah ditempati oleh Kabupaten Inderagiri Hilir (93 kasus).

Didi dan Ery menyebut, untuk mengurangi angka kecelakaan, segenap lapisan masyarakat pengguna jalan harus meningkatkan disiplin serta mematuhi etika berlalu lintas.

Selain itu, keduanya berpendapat, kampanye dan sosialisasi perlu ditingkatkan serta berjalan bersamaan dengan penegakan hukum yang tegas.

"Kita harus sama-sama, karena keselamatan adalah tanggung jawab bersama," kata Didi.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026