
RSUD-PLN Dumai Operasi Katarak

Dumai, Riau, (ANTARARIAU News) - Sebanyak 21 penderita buta katarak warga kota Dumai, Provinsi Riau menjalani operasi gratis massal di ruang operasi bedah sentral RSUD setempat.
Direktur RSUD Dumai, dokter Faisal, di Dumai, Senin, mengatakan, layanan operasi secara cuma-cuma terhadap pasien yang mengalami kebutaan ini digelar bekerjasama dengan PT PLN Cabang Dumai dan Persatuan Dokter Ahli Mata Indonesia (Perdami) Riau.
"Operasi gratis bagi penderita katarak ini diselenggarakan dalam rangka bakti sosial pada hari Minggu (25/12) kemarin," katanya.
Ia menambahkan, operasi katarak ini diperuntukkan bagi mereka yang kurang mampu dan sudah waktunya dioperasi, mengingat perkembangan penyakit semakin kronis.
Ke-21 pasien operasi katarak ini, ungkapnya, terpilih dari 70 pasien yang mendaftar dan dianggap masih bisa dilakukan penyembuhan.
"Dengan kegiatan ini, kami berharap mereka dapat terbantu dan menjadi produktif kembali dalam mengisi hari-hari kehidupannya," tuturnya.
Dikatakannya, pelaksanaan operasi langsung ditangani empat dokter spesialis mata dari Perdami Riau dan didukung penuh oleh PT PLN Cabang Dumai.
Dalam pelaksanaan operasi, demikian Faisal, tim dokter dibantu juga oleh tenaga medis dan perawat Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dumai.
"Sedangkan khusus peralatan, disediakan langsung oleh Perdami. Pasien sebelum dioperasi dilakukan dahulu pemindaian oleh dokter untuk diagnosa kematangan menjalani operasi katarak," paparnya.
Pihak RSUD Dumai, lanjutnya, hanya membantu menyediakan ruang operasi dan tenaga medis pembantu.
"Sesudah itu, pasca operasi, pasien mendapat layanan gratis rawat jalan dan kontrol di rumah sakit," kata Sri Sasono, Kasi Pelayanan RSUD setempat.
Sementara itu, Humas PT PLN Cabang Dumai, Arifin, saat dihubungi wartawan mengakui, kegiatan ini merupakan bagian dari program 'community social responsibility' (CSR) perusahaan dari tingkat pusat hingga ke daerah.
Ia mengatakan, kegiatan sehari ini bertujuan untuk membantu meringankan biaya operasi penderita katarak berasal dari kalangan menengah ke bawah dan mengurangi angka masyarakat yang mengidap penyakit ini.
"Sebagai kegiatan rutin perusahaan setiap tahun untuk peduli dan membantu taraf kesehatan masyarakat setempat. Mudah-mudahan pascaoperasi, penderita katarak bisa pulih kembali penglihatannya dan dapat melakukan aktivitas seperti layaknya orang banyak," jelas Arifin.

