
Pasien DBD dirujuk keluar daerah

Kampar, Riau (ANTARARIAU News) - Akibat kondisi yang semakin menurun bahkan memburuk, dua lagi pasien penderita demam berdarah dengue dari Rumah Sakit Umum Daerah 'Bangkinang' Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, dirujuk ke Rumah Sakit 'Santa Maria' Kota Pekanbaru, Minggu (18/12).
Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) 'Bangkinang', dokter Sona mengatakan, dia tidak ingat lagi berapa jumlah pasien penderta demam berdarah dengue (DBD) yang dirujuk ke Pekanbaru.
Dua pasien penderita DBD terakhir yang dirujuk keluar daerah itu, masing-masing Lina, (24), warga Salo, dan Dila, (10), penduduk Tambang.
Eri, orang tua Dila mengatakan, anaknya awalnya diperiksa di RSUD 'Bangkinang'. Namun kini akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit 'Santa Maria' Pekanbaru.
Secara terpisah, dokter Sona tak bisa menjawab, berapa banyak pasien DBD dari Kampar yang terpaksa dirujuk keluar daerah.
"Saya tidak ingat lagi berapa jumlah keseluruhan pasien DBD dari sini dirujuk ke Pekanbaru, karena ini adalah hari Minggu", katanya beralasan.
Ia hanya menjelaskan, alasan mengapa pasien dirujuk ke Pekanbaru, karena kondisi pasien semakin 'jelek' atau 'tidak baik'.
"Kondisi pasien semakin 'jelek' dan 'tidak baik'," katanya singkat.
Ia kemudian menambahkan, untuk mengetahui persis mengapa pasien dirujuk ke luar kabupaten, bisa ditanyakan kepada dokter yang menangani.
Sona juga tidak menjawab, apakah kemungkinan tidak lengkapnya sarana dan prasarana di RSUD Bangkinang yang mengakibatkan banyak pasien DBD dirujuk keluar.
Sementara itu, Wulan, salah satu keluarga Lina, pasien DBD, menuturkan, kondisi saudaranya yang dirawat sejak hari Jumat (16/12) kemarin, terus memburuk.
Dikatakan, trombosit pasien naik, hingga mengeluarkan darah dari dubur. "Makanya, untuk mengatasi segera, terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit 'Santa Maria' Pekabaru," jelasnya.
Pewarta : Netty Mindrayani
Editor:
Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

