
Kerugian banjir capai Rp.5 miliar

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Bupati Kampar, Riau, Burhanuddin Husin mengatakan, kerugian materi akibat akibat banjir bandang di Kabupaten Kampa diperkirakan mencapai Rp5 miliar.
"Kerugian mencapai Rp5 miliar," kata Burhanuddin di Pekanbaru, Selasa.
Banjir bandang menimpa Kecamatan Kampar Kiri Hulu pada Jumat (25/11).
Menurut Burhanuddin, pemerintah daerah terus berusaha untuk meringankan bebab korban banjir dengan mempercepat penyaluran bantuan.
"Pada hari ini bantuan dari Pemda Kampar dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB akan mulai disalurkan," ujarnya.
Berdasarkan data pemerintah setempat, banjir bandang mengakibatkan dua warga meninggal dunia. Selain itu, sekitar 3.000 rumah terendam, di mana belasan di antaranya rusak berat akibat terseret air bah. Kemudian, dua Puskesmas juga rusak berat.
Desa yang terkena banjir di antaranya, Desa Tanjung Belit sekitar 300 rumah, Tanjung Belit Selatan 150 rumah, Desa Batusanggan ada sebanyak 230 rumah, Tanjung Beringin 300 rumah, dan Desa Gajah Bertalut sebanyak 250 rumah.
Kemudian Desa Aur Kuning sebanyak 300 rumah, Pangkalan Serai 200 rumah, Desa Terusan 180 rumah, Desa Sebangang Jaya 200 rumah, dan Desa Muaro Biong sekitar 50 rumah.
"Kerugian warga juga makin banyak karena puluhan ton getah karet yang baru dipanen ikut terseret banjir," ujarnya.
Ia berharap penyaluran bantuan dilakukan secara merata dan dalam koordinasi yang terpadu."Kalau anggaran mencukupi, getah karet milik warga akan diganti," ujarnya.
Ia menambahkan, banjir di Kampar kini mulai surut.
Pewarta : FB Rian Anggoro
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

