Logo Header Antaranews Riau

Perusahaan diminta deteksi AIDS karyawannya

Senin, 28 November 2011 21:02 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Sejumlah perusahaan yang berada di Provinsi Riau, baik penanaman modal asing maupun perusahaan lokal dan nasional diminta rutin melakukan pengecekan atau tes bagi para karyawannya guna mendeteksi secara dini virus HIV/AIDS.

Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Riau, Mambang Mit, usai mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan sejumlah perwakilan perusahaan di Pekanbaru, Senin, mengatakan, sejauh ini kepedulian perusahaan terhadap penderita "Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immuno Deficiency Syndrome" (HIV/AIDS) masih sangat minim.

"Hal demikian yang sangat memprihatinkan kami. Diharapkan, dengan dilakukannya rakor ini, sejumlah perusahaan yang ada di Riau dapat membantu pemerintah dan KPA dalam menciutkan angka penderita di Riau yang tahun ke tahun terus mengalami peningkatan cukup signifikan," kata Mambang yang juga Wakil Gubernur Riau.

Secara terpisah, Deputi Sekretaris KPA Nasional Bidang Pengembangan Program, dr Kemal Siregar mengatakan, hasil survei dan penelusuran pihaknya juga menyebutkan bahwa kesertaan perusahaan di tanah air terhadap pencegahan HIV/AIDS masih sangat minim.

"Kondisi demikian menjadi 'PR' kita bersama. Seluruh perusahaan yang ada di Tanah Air, akan terus kami coba rangkul untuk masalah ini," katanya.

Ke depan, kata Kemal, pihaknya juga akan merancang program mengenai penyuluhan bahaya HIV/AIDS ke perusahaan-perusahaan yang ada di Tanah Air termasuk Riau.

"Kami juga akan menyiapkan anggaran khusus untuk program ini," tuturnya.

Data KPA Provinsi Riau menyebutkan, saat ini untuk Provinsi Riau sendiri, tercatat ada sekitar 620 kasus HIV/AIDS yang tersebar di seluruh kabupaten/kota.

Sebaran terbanyak berada di Ibukota Riau, Pekanbaru, dengan jumlah kasus yang mencapai 373 kasus. Kemudian disusul Kota Dumai sebanyak 55 kasus, Kabupaten Rokan Hilir (40), Bengkalis (36), Siak (23), Kampar (24), Indragiri Hilir (18), Rokan Hulu (16), Pelalawan (14), Indragiri Hulu (13), Meranti (5) dan Kabupaten Kuatansingingi sebanyak tiga kasus.

Jumlah tersebut, menurut KPA Riau, masih sekitar 5 sampai 10 persen dari jumlah kasus sebenarnya, mengingat masih banyak penderita HIV/AIDS yang masih enggan mengakui penyakitnya.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026