Logo Header Antaranews Riau

Korban harapkan perhatian Tentara

Minggu, 27 November 2011 14:43 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Sejumlah warga desa terisolasi di Kecamatah Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, Riau, yang terkena dampak banjir bandang, Jumat (25/11) lalu, berharap kehadiran Tentara Nasional Indonesia untuk bergotong-royong membersihkan puing bangunan di sana.

"Kami sangat mendambakan suasana gotong-royong antara warga dengan TNI. Karena kalau dilihat dari kondisinya, kami tidak mungkin sanggup membersihkan dan memperbaiki fasilitas umum dan rumah-rumah yang terkena banjir bandang lalu," kata seorang pemuka masyarakat di Desa Aur Kuning, Damansyah, yang di temui tidak jauh dari kediamannya, Ahad.

Darmasyah mengaku khawatir upaya yang dilakukannya bersama sejumlah warga di sana tidak akan mampu memperbaiki sejumlah fasilitas penting, seperti sekolah-sekolah, rumah ibadah dan Puskesmas Pembantu.

"Kerusakan semua fasilitas umum di sini sangat parah. Bangku-bangku, komputer dan buku serta fisik bangunan semuanya rusak akibat banjir," ujarnya.

Sampai besok, kata dia, kemungkinan anak sekolah masih diliburkan dan warga belum bisa beribadah di masjid atau mushala dan layanan kesehatan juga masih lumpuh.

"Kami berharap, TNI datang ke desa ini untuk memberikan motivasi dan semangat gotong-royong warga di sini agar secepatnya semua kembali seperti semula," katanya.

Warga lainnya di desa yang sama, Birmanan mengatakan, bantuan sembako saja tidak cukup untuk menenangkan hati masyarakat di wilayahnya yang sejauh ini masih merasa galau akibat banyaknya fasilitas umum yang mengalami kerusakan parah.

"Saat ini, yang paling kami butuhkan ialah para relawan termasuk TNI masuk desa, untuk bersama-sama dengan kami membangun kembali gedung-gedung yang rusak dan membersihkan jalan-jalan dari lumpur yang menumpuk. Selain itu, kami juga membutuhkan material bangunan," tuturnya.

Pemerintah sebaiknya menyalurkan bantuan berupa obat-obatan dan tenaga medis karena dikhawatirkan kesehatan masyarakat terganggu akibat banjir bandang.

"Kami juga membutuhkan bantuan buku-buku pelajaran dan pakaian, karena semua barang-barang pokok yang sangat penting ini semuanya habis, hanyut akibat banjir," ucapnya.

Penelusuran ANTARA menyebutkan, jarak yang jauh serta terbatasnya komunikasi dan transportasi menuju Desa Aur Kuning, sebuah desa terparah terkena dampak banjir bandang, menyulitkan para relawan yang saat ini telah berada di Desa Gema, sebuah desa yang merupakan Ibukota Kecamatan Kampar Kiri Hulu.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026