Logo Header Antaranews Riau

Polisi selidiki peredaran senjata api

Selasa, 22 November 2011 15:01 WIB
Image Print

Pekanbaru, (ANTARARIAU News) - Kepolisian Resort Kota Pekanbaru, Riau, saat ini tengah menyelidiki jaringan peredaran senjata api yang dicurigai marak mengingat banyaknya aksi perampokan menggunakan senjata berbahaya itu untuk mengancam korbannya.

"Berbagai aksi-aksi perampokan bersenjata api di Pekanbaru memang cukup mengejutkan kami. Untuk itu, perlu penyelidikan, mana tau senjata api diperjualkan oleh orang-orang tertentu," kata Kepala Polresta Pekanbaru, Kombes Adang Ginanjar di Pekanbaru, Selasa.

Kasus terakhir kata Kombes Adang, yakni aksi perampokan yang menimpah seorang nasabah Bank Danamon atas nama Hesti (35).

Dimana uang tunai sebesar Rp165 juta yang akan disetor berhasil bawa kabur oleh kawanan rampok yang sempat meletuskan pistol ke arah korban.

Peristiwa itu sebelumnya dikabarkan terjadi pada Jumat (18/11), dimana saat itu korban yang mengendarai mobil Honda Jazz melintas di Jalan Riau, Pekanbaru menuju Bank Danamom untuk menyetorkan uang senilai Rp165 juta yang tersimpan dalam tas miliknya.

Namun secara tiba-tiba, mobil korban dipepet oleh dua sepeda motor yang ditunggangi oleh empat pelaku perampokan.

"Tidak tanggung-tanggung, tersangka menghujani mobil korban dengan peluru. Beruntung saja korban selamat, walau uang ratusan juta miliknya raip digondol maling," kata Kombes Adang.

Kondisi demikian menurutnya yang kemudian merangsang pihaknya untuk senantiasa melakukan penulusuran dan penyelidikan terkait peredaran senjata api di Pekanbaru.

"Upaya ini kami lakukan untuk memberi ketenangan terhadap masyarakat. Sementara untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan, kami mengharapkan para nasabah perbankan untuk segera meminta bantuan pengawalan apabila ingin melakukan penyetoran dan pengambilan uang dengan nilai yang besar," demikian Kombes Adang Ginanjar.



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026