
Gunung Marapi kembali meletus

Bukittinggi, (ANTARARIAU News) - Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Tanahdatar dan Agam, Sumbar, kembali meletus dengan mengeluarkan asap hitam dan abu vulkanik, Senin.
Asap hitam yang disertai abu vulkanik menyembur dari gunung yang berketinggian 2.891 meter dari permukaan laut (mdpl) itu, terlihat di sela-sela gumpalan awan putih menyelimuti kawah gunung.
Salah seorang warga Sungaipuar, Sutan Mudo (49) mengatakan, asap hitam dan abu vulkanik yang dimunculkan gunung terjadi sekitar pukul 10.59 WIB dan berlangsung 15 menit.
"Gumpalan asap hitam disertai abu vulkanik membubung tinggi setinggi 600 meter dari puncak gunung. Gumpalan asap hitam yang disertai vulkanik ini mengarah ke bagian tenggara," tuturnya.
Sebelumnya, aktivitas vulkanik Gunung Marapi pada Minggu malam menunjukkan penurunan ditandai dengan kegempaan yang mulai berkurang, namun masih dalam status waspada level II.
Dari catatan BGPVMB, gempa vulkanik dibandingkan beberapa hari sebelumnya telah berkurang dimana kegempaan pada gunung hanya 14 kali, baik gempa tremor dan gempa embusan.
Warseno, petugas BGPVMB di Pos Pemantauan Gunung Marapi, menyebutkan, meski aktivitas vulkanik telah mulai menurun, namun letusan terjadi pada gunung mengalami peningkatan yaitu sudah 111 kali dari tanggal 1 - 8 Oktober 2011.
"Letusan pada Gunung Marapi ini telah menyemburkan abu vulkanik menuju tenggara atau ke daerah Pariangan dan Simabur, Kabupaten Tanahdatar," paparnya.
Dia menambahkan, letusan pada gunung secara kualitas masih sama dibandingkan beberapa hari sebelumnya, yakni masih berkisaran setinggi 100 - 600 mater.
Penurunan aktivitas vulkanik Gunung Marapi tersebut, belum disertai penurunan status kewaspadaannya atau gunung masih tetap waspada level II.
Untuk itu, katanya, masyarakat tetap dilarang untuk mendekati gunung hingga radius tiga kilometer dari puncaknya.
"Masyarakat yang tinggal di sekitar kaki gunung tidak usah khawatir gunung akan meletus, karena kondisi gunung belum menunjukkan tanda-tanda ke arah itu," katanya.
Salah satu gunung api aktif di Sumbar ini telah mengalami peningkatan aktivitas sejak 3 Agustus 2011 sekitar pukul 09.00 WIB.
Gunungg ini sempat mengeluarkan abu vulkanik berbau belerang berketinggian 1.000 meter dan menjangkau sejumlah daerah di Sumbar, seperti Agam, Tanahdatar, Padangpariaman, dan Padangpanjang.
Sejak terjadi peningkatan aktivitas, BGPVMB selalu memantau perkembangannya, namun tidak lagi mendatangi lokasi karena alat seismograf yang dipasang di Nagari Batu Palano dan Lasi sudah bekerja maksimal.
BGPVMB telah memasang tiga alat seismograf dan satu digital analog pada ketinggian 2.000 meter di Nagari Batu Palano, dan satu alat lainnya ditempatkan pada ketingian 1.500 meter di Nagari Lasi.
Pewarta : ANTARA News
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

