Logo Header Antaranews Riau

Harga Tomat Di Dumai Naik

Minggu, 1 Mei 2011 20:50 WIB
Image Print

Dumai, 1/5 (ANTARA) - Harga tomat di sejumlah pasar tradisional Kota Dumai, Riau, sejak dua hari terakhir mengalami kenaikan hingga 100 persen.

Penelusuran ANTARA di beberapa pasar tradisional Kota Dumai, Minggu, menyebutkan, tomat merah dan hijau asal Bukittinggi, Sumatra Barat mengalami kenaikan harga dari Rp2.500-Rp5.000 per kilogram (kg).

Begitu juga dengan tomat asal Sumatra Utara yang sebelumnya seharga Rp2.000/kg, sejak dua hari ini naik menjadi Rp4.000/kg.

Kenaikan harga tomat tersebut, menurut pengakuan pedagang di pasar tradisional Pulau Payung Dumai, Hermawan, disebabkan kurangnya hasil panen para pedagang di dua daerah penghasil baik Sumatra Barat dan Sumatra Utara.

"Padahal harga tomat sebelumnya sempat berada pada harga eceran terendah, yakni Rp2.000/kg untuk tomat Sumatra Utara dan Rp2.500 tomat asal Sumatra Barat," jelasnya.

Pedagang lainnya di pasar tradisional Dock Dumai, Ijah, menambahkan, selain karena pasokan yang minim, kenaikan harga tomat hingga dua kali lipat juga disebabkan tidak seimbangnya hasil panen para petani di dalam Provinsi Riau.

"Jadi mau nggak mau kita tetap mengambil dari grosir luar daerah walau harganya jauh lebih mahal," katanya.

Kendati demikian, menurut Ijah, tomat sebagai salah satu bahan kebutuhan dapur tetap diminati oleh masyarakat khususnya kaum ibu rumahtangga yang tidak pernah meninggalkan tomat sebagai campuran utama menu masakan keluarga.

"Walau naik, jual beli tetap stabil, bahkan omzet kita cendrung naik dibandingkan waktu harga tomat murah," katanya.

Sementara untuk jenis komoditas lain khususnya cabai sejak dua hari terakhir justru mengalami penurunan harga.

Seperti cabai merah asal Bukittinggi, dari Rp16.000 saat ini dijual oleh keanyakan pedagang pengecer hanya Rp14.000/kg.

Begitu juga dengan cabai merah asal Sumatra Utara dari Rp14.000-Rp12.000/kg, cabai muda atau cabai hijau Rp12.000-Rp11.000, cabai rawit Rp13.000-Rp12.000/kg.

Manurut pedagang, merosotnya harga cabai disebabkan hasil panen petani yang kian melimpah sehingga harga grosir ketingkat pengecer terus mengalami penurunan.

"Harga cabai dalam sepekan sudah tiga kali mengalami penurunan, khususnya cabai merah asal Sumatra Utara, dari Rp18.000 menjadi Rp16.000, terus dari Rp16.000 turun lagi jadi Rp14.000. Kemudian dua hari ini kembali turun menjadi Rp12.000/kg," kata pedagang cabai di pasar tradisional Pulau Payung, Burilian. ***5***



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026