
Minyak Tanah Sulit Di Dapatkan Di Pekanbaru

Pekanbaru, 14/1 (ANTARA)- Masyarakat Pekanbaru mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak tanah bersubsidi di pasaran atau di warung yang biasa menjual itu sejak akhir tahun lalu.
Sherly (25), salah seorang warga Panam, Pekanbaru, Jumat mengatakan bahwa sejak beberapa pekan ini minyak tanah yang dijual seharga Rp3.000 per liter sulit untuk diperoleh di daerah perumahannya.
"Susah mendapatkan minyak tanah saat ini. Begitu juga dengan minyak tanah nonsubsidi yang dijual dengan harga Rp7.000 per liter, juga sulit didapatkan," ujarnya.
Ia mengatakan, karena tidak mendapatkan minyak, terpaksa harus mencari bahan bakar alternatif untuk memasak di dapur, yakni kayu bakar.
"Terpaksa kami menggunakan kayu bakar, karena untuk menggunakan kompor gas konversi masih takut. Hampir seluruh warga di kompleks perumahan ini belum menggunakan gas," kata dia.
Emi (34), warga Jalan Teratai, Pekanabru, tidak saja mengeluhkan langkanya minyak tanah di lingkungan tempat tinggalnya, tetapi juga belum adanya gas elpiji.
"Hingga saat ini saya belum mendapatkan paket konversi tersebut. Padahal kemarin sudah didata oleh pihak RT. Ditambah lagi, harga minyak tanah yang mahal, jadi serba salah, mau masak pakai apa," kata dia.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru, Suraji, mengatakan pihaknya sudah meminta agar kuota 30 persen minyak tanah bersubsidi jangan dihapuskan, dikarenakan masyarakat Pekanbaru sangat membutuhkannya.
"Disperindag sudah meminta agar kuota tersebut jangan dihapuskan. Namun sepertinya Pertamina sudah menghapuskannya begitu saja dengan alasan keputusan pusat," ujarnya.
Ia mengatakan, berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Disperindag, masih ada daerah pinggiran kota yang masih memerlukan minyak tanah bersubsidi. Jumlahnya sekitar 30 titik, tersebar di beberapa kecamatan, seperti Kecamatan Bukitraya, Tenayanraya, Tampan, Rumbai dan Kecamatan Rumbai Pesisir.
"Kami juga sudah mengusulkan adanya operasi pasar minyak tanah, namun nampaknya tidak direspons sama sekali," ujar Suraji.
Sales Representatif BBM Retail Pertamina Region Riau Kepri, Witdoso, mengatakan pihaknya memang berencana untuk melakukan penarikan kuota minyak tanah bersubsidi tersebut.
"Memang seperti itu, karena Pertamina sudah menyalurkan 30 ribu paket konversi bagi masyakarakat yang belum mendapatkannya. Ini semua memang kebijakan pusat," kata dia.
Sebelumnya, lanjut dia, ada sekitar 860 ribu liter minyak tanah bersubsidi yang di Pekanbaru dan didistribusikan ke beberapa kawasan pinggiran.
Pewarta : Indriani
Editor:
Indriani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

