Empat santri Ponpes KH Ahmad Dahlan Kuansing studi ke Sudan

id santri inhu belajar ke sudan

Empat santri Ponpes KH Ahmad Dahlan Kuansing studi ke Sudan

Arsip foto. (ANTARA/Norjani)

Kuantan (ANTARA) - Empat santri Pondok Pesantren KH Ahmad Dahlan Kuantan Singingimendapat

kesempatan melanjutkan pendidikan ke Universitas Internasional Afrika, Khortoum, Sudan. Keberangkatan mereka dilepas Bupati Mursini sekaligus menyampaikan sejumlah pesan positif.

"Mereka memiliki prestasi, diberikan kesempatan untuk kuliah ke luar negeri," kata Pimpinan Pondok Pesantren KH Ahmad

Dahlan Mulkan M Sarin di Teluk Kuantan, Jumat.

Santri tersebut adalah Fadlillah Setiawan asal Kebun Nenas (S1 Syariah dan Qanun), Luthfi Anshori asal Sungai Jering (S1 Alquran), Refli Rizki Wijaya asal Pebaun Hulu (S1 Syariah dan Qanun), Insan Arif asal Inuman (S1 Dirasat Islamiyah).

Semua santri yang berangkat diharapkan dapat belajar dengan sungguh - sungguh, fokus agar berhasil tepat waktu dan bisa

kembali untuk mengembangkan ilmunya nanti. ini juga memberikan motivasi kepada yang lainnya, pesan dan amanah Bupati

mesti menjadi inspirasi positif.

"Mohon doa dan dukungan semua pihak, agar santri sehat sukses," sebutnya.

Menurutnya, pada acara pelepasan, Bupati Kuantan Singingi Mursini memberikan dana bantuan untuk keberangkatan Santri ke

Sudan sejumlah Rp5.000.000, dan dari Asisten I, II dan III Pemkab Kuansing sejumlah Rp. 3.000.000.

Bupati Kuantan Singingi Mursini mengatakan, sangat bangga atas prestasi yang dicapai santri, dapat melanjutkan

pendidikan di luar negeri. Itu adalah sesuatau yang perlu diapresiasi tinggi karena itu mereka diminta agar serius menuntut ilmu.

"Saya mengucapkan selamat, manfaatkan waktu dengan baik," pinta Bupati.

Santri yang berangkat hendaknya menjaga kesehatan, dapat beradaptasi dengan cepat dan baik, sehingga proses belajar di

daerah tersebut berjalan lancar, tidak mendapatkan kesulitan dan lebih penting lagi bisa memberikan motivasi kepada yang

lainnya.

Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar