
Warga Dumai Laporkan Kasus Mistik Ke Polisi

Dumai, 8/12 (ANTARA) - Warga Kelurahan Pelintung, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, melaporkan kasus mistik mengenai makhluk yang diduga "jadi-jadian" ke aparat kepolisian setempat karena sudah meresahkan.
Seorang warga Kelurahan Pelintung, Purwanto kepada ANTARA di Dumai, Rabu, mengatakan, kasus tersebut dilaporkan berdasarkan musyawarah bersama antar warga mengingat kekhawatiran warga yang terus bertambah.
"Terlebih setelah adanya upaya penculikan anak beberapa waktu lalu. Korbannya sampai saat ini menjadi trauma dan takut untuk keluar rumah," katanya.
Menurut dia, tidak ada salahnya aparat kepolisian selaku petugas keamanan negara turut membantu menyelesaikan segala permasalahan yang muncul saat ini sebelum adanya korban.
"Kami sangat berharap misteri makhluk jadi-jadian ini segera terpecahkan sehingga dapat meredam keresahan masyarakat yang sejauh ini kian meluas," ungkapnya.
Sementara itu Kepala Satuan Reskrim Polres Dumai, Ajudan Komisaris Devi Firmansyah, ketika ditemui ANTARA membenarkan adanya pengaduan masyarakat tentang kasus mistik tersebut.
Sejauh ini, dikatakan dia, pihaknya tengah melakukan penyelidikan dan telah menerjunkan sejumlah anggota kelapangan untuk merangkum informasi terkait.
"Upaya penyelidikan terus dilakukan. Apakan makhluk jadi-jadian itu benar ada atau hanya sekedar isu, anggota terus melacaknya," papar dia.
Sebahagian besar warga menyebutkan, wujud makhluk jadi-jadian tersebut terkadang berupa babi, harimau, dan manusia berpakaian serba hitam.
Makhluk jadi-jadian tersebut mulai muncul pada Jumat (3/12) kemarin dengan wujud babi dan harimau. Kemudian pada hari hari berikutnya, warga banyak dikagetkan dengan beberapa rentetan kejadian mistik lainnya seperti datangnya anjing yang tidak mudah dibinasakan, serta adanya beberapa orang-orang tak dikenal yang mencoba melakukan upaya penculikan anak. Namun warga yang memergokinya tidak berhasil meringkusnya karena orang tersebut tiba-tiba menghilang.
Pewarta : Fazar Muhardi
Editor:
Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026

