Batik Bono Pelalawan jajal pasar internasional

id batik, bono, RAPP,pelalawan

Seorang pembatik sedang berkreasi di Rumah Batik Andalan. (Foto Antarariau/Riski Maruto/18)

Kami sudah mendistribusikan sampai ke Prancis, Brazil, Hongkong,"
Pekanbaru (Antaranews Riau) - Rumah Batik Andalan Binaan PT Riau Andalan Pulp and Paper dengan produk unggulan Batik Bono terus melakukan ekspansi bisnis tidak hanya di dalam negeri tetapi menjajal pasar luar negeri.

Hal ini mengingat batik sudah mendunia sehingga tentu sangat mudah diterima pasar internasional, sebut koordinator Pemberdayan Masyarakat PT RAPP, Neneng, di Pelalawan baru-baru ini.

Salah-satu peluang yang ditangkap oleh Rumah Batik Andalan yakni kunjungan tamu dari mancanegara ke PT Riau Andalan Pulp and Paper. Kehadiran warga negara asing ternyata memberikan efek ganda bagi produksi kain batik bermotif Bono asal Kabupaten Pelalawan tersebut, tak hanya dari perspektif peningkatan omzet, tetapi dari promosi yang gencar dilakukan.

"Kami sudah mendistribusikan sampai ke Prancis, Brazil, Hongkong. Kita kenalkan kepada tamu kita yang datang dari luar negeri, biasanya mereka bawa untuk oleh-oleh, ini sekalian promosi batik kita di sana," sebutnya.

Neneng menyebutkan, pemerintah turut bersumbangsih menyuarakan promosi kain batik ini hingga ke luar daerah. Kehadiran Batik Bono dalam setiap gelar pameran, baik di Riau maupun di tingkat nasional membuat batik khas melayu ini kian dikenal masyarakat.

"12 Kabupaten/kota di Riau juga telah menjadi pelanggan tetap kami," sebut Neneng.



Sementara itu, batik dengan corak Bono sendiri diambil dari Ombak Bono yang merupakan fenomena alam yang luar biasa terjadi di Muara Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan. Ombak Bono kemudian diabadikan ke dalam bentuk corak batik, yang menjadi salah-satu motif favorit dari Batik Bono.

Tidak hanya, bercorak ombak bono, batik ini juga memiliki motif dengan keindahan alam, flora dan fauna lokal yang dimiliki di antaranya motif daun akasia, motif daun eukaliptus, daun timun suri, dan motif lainnya. Hingga kini, Rumah Batik Andalan telah memproduksi seratusan motif.

Lebih lanjut, Neneng menginformasikan, Rumah Batik Andalan Binaan PT RAPP memproduksi 200 hingga 500 lembar kain perbulannya dengan harga jual cukup terjangkau dengan kisaran Rp150 ribu per lembar.

"Kalau satu motif saja biasanya Rumah Batik Andalan bisa memproduksi hingga 500 bahan per bulan. Tetapi kalau motifnya berbeda biasanya hanya 200 bahan per bulan," sebut Neneng.

Untuk pengrajin batik sendiri, pihaknya memperdayakan masyarakat tempatan yang mayoritas kaum perempuan. Mereka awalnya diberi pelatihan hingga mahir sebagai pengrajin batik. Bahkan, mereka sanggup menularkan ilmunya ke masyarakat yang ingin serius belajar membatik.

"Ibu-ibu di sini yang jumlahnya sembilan orang, penghasilannya Alhamdulillah Rp3 juta per bulan. Tentu kami harapkan dapat membantu perekonomian keluarga mereka," sebutnya.

Seorang pembatik sedang berkreasi di Rumah Batik Andalan. (Foto Antarariau/Riski Maruto/18)
Pewarta :
Editor: Riski Maruto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar