
Mujtahid Thalib Kembali ke Dunia Akademis

Mujtahid Thalib harus meletakkan jabatannya sebagai bupati, karena hari ini merupakan pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Inhu terpilih yakni Yopi Arianto dan Harman Harmaini.
"Saya mendoakan agar bupati dan wakil bupati dapat menjalankan tugasnya dengan baik," jelas dia.
Ia yang sudah menjabat sebagai bupati pada Agustus 2008 lalu, karena menggantikan Thamsir Rachman ini mengucapkan permintaan maafnya jika selama dalam kepemimpinannya baik sebagai bupati maupun sebagai wakil bupati.
"Baik itu kesalahan lisan maupun dalam pengambilan keputusan," tukas dia.
Ia mengharapkan kepada seluruh PNS yang ada dilingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhu untuk mendukung bupati dan wakil bupati yang baru.
Mujtahid Thalib menyatakan pascaselesainya tugas sebagai bupati, maka ia akan kembali aktif menjadi akademisi seperti aktivitas sebelumnya menjadi wakil bupati dan bupati Inhu.
Dua tahun terakhir dirinya sudah mengelola dua perguruan tinggi, masing-masing Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) dan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) dengan program studi Matematika dan Program Studi Bahasa Inggris yang keduanya berada di Air Molek.
"Selama ini kepengurusan dua kampus tersebut saya serahkan kepada tim yayasan karena memang saya tidak dapat berkonsentasi ke dua perguruan tinggi itu," jelas dia.
Kesibukannya yang tinggi sebagai wakil bupati dan bupati, membuat dirinya harus selalu berkonsentarasi dengan pemerintahan. Dirinya juga menyampaikan, setelah menyelesaikan tugas nantinya dan menyerahkan kepada bupati dan wakil bupati yang baru, tentunya akan dapat lebih berkonsentrasi lagi dalam mengurus kedua kampus tersebut dan bisa saja terjun langsung sebagai dosen.
Mujtahid mengakui bahwa keinginannya selama menjadi Bupati untuk mendirikan universitas di Inhu ini belum jadi terwujud meskipun tinggal dua langkah lagi.
"Membuat sebuah universitas bukanlah hal yang mudah dan kita terbentur pada dua langkah terakhir dan salah satunya sesuai aturan yang baru bahwa setiap program studi yang ada pada universitas tersebut haruslah memiliki ketersediaan Jaminan Biaya Operasional (JBO) sebesar 540 juta dan melihat kondisi yang ada, kita tidak mungkin untuk menganggarkan hal tersebut," jelas Mujtahid.
Kedepan Mujtahid berharap jika memang ada kemampuan Inhu, tentunya hal tersebut dapat terwujud dan tentunya akan menjadi kebanggaan bagi dunia pendidikan di Inhu memiliki universtitas.
Pewarta : Indriani
Editor:
Indriani
COPYRIGHT © ANTARA 2026

