Logo Header Antaranews Riau

Usai dua pekan turun, Harga TBS kelapa sawit di Riau kembali naik

Rabu, 26 Agustus 2026 15:32 WIB
Image Print
Ilustrasi - TBS kelapa sawit. ANTARA/Iggoy el Fitra

Pekanbaru (ANTARA) - Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani swadaya di Provinsi Riau mengalami kenaikan sebesar Rp44,33 per kilogram dari periode sebelumnya sehingga menjadi Rp3.878,72 per kg usai dua pekan sebelumnya terus menurun.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Defris Hatmaja mengatakan kenaikan harga terjadi pada kelompok umur 9 tahun, yang merupakan harga tertinggi. Ketentuan ini berlaku selama satu minggu ke depan, yaitu periode 26 Agustus hingga 1 September 2026

"Kenaikan harga TBS pekan ini terutama dipengaruhi meningkatnya harga produk olahan kelapa sawit, yakni 'crude palm oil' (CPO)/minyak mentah sawit dan kernel/inti sawit," kata Defris Hatmaja di Pekanbaru, Riau, Rabu.

Ia mengatakan pada periode ini harga CPO naik sebesar Rp178,48 per kg menjadi Rp15.837,47 per kg dibandingkan minggu lalu. Sementara itu, harga kernel juga naik sebesar Rp168,18 per kg menjadi Rp13.313,30 per kg minggu ini.

Hal yang sama juga terjadi pada petani plasma dengan harga pembelian dalam satu minggu ke depan naik sebesar Rp61,52 per kg atau mencapai 1,58 persen dari harga periode sebelumnya dan sekarang menjadi Rp3.945,62 per kg.

Untuk harga jual CPO minggu ini, lanjutnya, juga naik sebesar Rp230,21 per kg menjadi Rp15.880,00 per kg. Sementara itu, harga kernel untuk TBS petani plasma juga naik sebesar Rp283,76 menjadi Rp13.180,00 per kg.

Dafris mengatakan bahwa dalam menetapkan harga TBS, pihaknya selalu meningkatkan tata kelola agar penetapan harga sesuai dengan peraturan dan adil bagi kedua belah pihak.

“Meningkatkan tata kelola penetapan harga merupakan upaya serius dari semua pemangku kepentingan yang didukung oleh Pemerintah Provinsi Riau dan Kejaksaan Tinggi Riau. Komitmen bersama ini pada akhirnya akan berdampak pada peningkatan pendapatan petani yang mengarah pada kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026