Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dukung penelitian sel dendritik untuk COVID-19
Kamis, 27 Mei 2021 13:48 WIB
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa. (ANTARA/HO-TNI AD.)
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa mendukung penelitian berbasis pelayanan sel dendritik sebagai upaya meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi COVID-19.
"Saya berfikir bahwa penelitian ini adalah sesuatu yang sifatnya saintifik. Bagi saya sesuatu yang sangat mungkin di dukung," kata Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam siaran TNI AD diterima di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Airbus-Atase Spanyol temui Kasad bahas soal perawatan alutsista TNI AD
Penelitian berbasis pelayanan tersebut memanfaatkan fasilitas Cell Cure Center yang dimiliki oleh RSPAD Gatot Soebroto, oleh karena fasilitas akan mempermudah pelaksanaan penelitian.
"Cell Cure Center merupakan fasilitas yang digunakan untuk memberikan pelayanan kepada individu yang sifatnya seperti immunotheraphy, dapat pula digunakan kepada penderita kanker, diabetes melitus, lupus hingga yang memiliki permasalahan pada otak maupun otot," papar Jenderal TNI Andika Perkasa.
Kasad menjelaskan penelitian tersebut sebelumnya disebut sebagai Vaksin Nusantara, yang kemudian berubah menjadi penelitian berbasis pelayanan dengan sel dendritik untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi COVID-19.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Menkes Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala Badan POM Penny K Lukito telah melakukan pembahasan dan penandatanganan nota kesepahaman soal penelitian itu.
"Penelitian di RSPAD Gatot Soebroto merupakan upaya akhir, mudah-mudah akan segera mendapatkan solusi, terima kasih TNI Angkatan Darat berkenan untuk memberikan bantuan dan dukungan pada penelitian ini," kata Muhadjir.
Penelitian dilakukan oleh RSPAD Gatot Soebroto itu ditujukan hanya untuk perorangan, hal tersebut berdasarkan hasil kesepahaman antara Kementerian Kesehatan RI, TNI Angkatan Darat, Badan POM dan Kemenko PMK.
Kemudian, Badan POM berperan menyediakan pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan penelitian berbasis pelayanan sel dendritik itu.
"Ini adalah proses penelitian yang tidak akan masuk ke jalur registrasi ke Badan POM, maka dari itu tidak akan diproduksi secara massal dan digunakan dalam suatu vaksinasi yang bersifat massal menurut anjuran pemerintah,” ujar Kepala BPOM Penny.
RSPAD Gatot Soebroto dapat memulai penelitian berbasis pelayanan dengan menggunakan sel dendritik dengan adanya nota kesepahaman tersebut.
Baca juga: Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa sebut 102 faskes TNI AD dukung vaksinasi COVID-19
Baca juga: Kasad beri arahan prajurit JRTC 21-01 yang akan berangkat ke Amerika Serikat
Pewarta: Boyke Ledy Watra
"Saya berfikir bahwa penelitian ini adalah sesuatu yang sifatnya saintifik. Bagi saya sesuatu yang sangat mungkin di dukung," kata Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam siaran TNI AD diterima di Jakarta, Kamis.
Baca juga: Airbus-Atase Spanyol temui Kasad bahas soal perawatan alutsista TNI AD
Penelitian berbasis pelayanan tersebut memanfaatkan fasilitas Cell Cure Center yang dimiliki oleh RSPAD Gatot Soebroto, oleh karena fasilitas akan mempermudah pelaksanaan penelitian.
"Cell Cure Center merupakan fasilitas yang digunakan untuk memberikan pelayanan kepada individu yang sifatnya seperti immunotheraphy, dapat pula digunakan kepada penderita kanker, diabetes melitus, lupus hingga yang memiliki permasalahan pada otak maupun otot," papar Jenderal TNI Andika Perkasa.
Kasad menjelaskan penelitian tersebut sebelumnya disebut sebagai Vaksin Nusantara, yang kemudian berubah menjadi penelitian berbasis pelayanan dengan sel dendritik untuk meningkatkan imunitas tubuh dalam menghadapi COVID-19.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Muhadjir Effendy, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa, Menkes Budi Gunadi Sadikin, dan Kepala Badan POM Penny K Lukito telah melakukan pembahasan dan penandatanganan nota kesepahaman soal penelitian itu.
"Penelitian di RSPAD Gatot Soebroto merupakan upaya akhir, mudah-mudah akan segera mendapatkan solusi, terima kasih TNI Angkatan Darat berkenan untuk memberikan bantuan dan dukungan pada penelitian ini," kata Muhadjir.
Penelitian dilakukan oleh RSPAD Gatot Soebroto itu ditujukan hanya untuk perorangan, hal tersebut berdasarkan hasil kesepahaman antara Kementerian Kesehatan RI, TNI Angkatan Darat, Badan POM dan Kemenko PMK.
Kemudian, Badan POM berperan menyediakan pedoman yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan penelitian berbasis pelayanan sel dendritik itu.
"Ini adalah proses penelitian yang tidak akan masuk ke jalur registrasi ke Badan POM, maka dari itu tidak akan diproduksi secara massal dan digunakan dalam suatu vaksinasi yang bersifat massal menurut anjuran pemerintah,” ujar Kepala BPOM Penny.
RSPAD Gatot Soebroto dapat memulai penelitian berbasis pelayanan dengan menggunakan sel dendritik dengan adanya nota kesepahaman tersebut.
Baca juga: Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa sebut 102 faskes TNI AD dukung vaksinasi COVID-19
Baca juga: Kasad beri arahan prajurit JRTC 21-01 yang akan berangkat ke Amerika Serikat
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor : Vienty Kumala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Api karhutla dekati pemukiman warga di Bengkalis, Manggala Agni menghalau malam hari
08 April 2026 12:32 WIB
Tim Manggala Agni menginap empat hari di pondok warga demi padamkan karhutla di Rupat Bengkalis
02 April 2026 16:35 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Jeruji tak halangi produktivitas, warga binaan Lapas Selatpanjang panen perdana
15 April 2026 19:38 WIB
Imigrasi Selatpanjang hadirkan program Limau di Rangsang Barat, permudah akses warga kepulauan
11 March 2026 10:21 WIB
Pantau persiapan lebaran, Wabup Muzamil pastikan sembako, BBM dan jalur mudik di Meranti aman
07 March 2026 11:25 WIB
Bupati Asmar dan Wabup Muzamil pimpin korve di titik strategis Selatpanjang
14 February 2026 15:51 WIB
Jelang ramadan, Bupati Asmar pastikan harga dan stok sembako di Meranti tetap aman
14 February 2026 15:36 WIB
Razia mendadak di Lapas Selatpanjang, petugas sita barang berpotensi bahaya dari kamar WBP
13 February 2026 11:58 WIB