Pemkot Pekanbaru khususkan TPU Tengku Mahmud Palas bagi jenazah COVID-19
Sabtu, 18 April 2020 7:22 WIB
Proses pemakaman di TPU Tengku Mahmud Palas, Rumbai yang dikhususkan untuk lokalisir jenazah yang terkonfirmasi COVID-19, Pekanbaru, Jumat (17/4). (ANTARA/HO-Pemkot Pekanbaru)
Pekanbaru (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekanbaru telah menetapkan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tengku Mahmud Palas, Rumbai sebagai lokasi memakamkan semua jenazah yang terkonfirmasi COVID-19.
"Kini semua jenazah yang terkonfirmasi COVID-19 sudah dan akan dimakamkan di (TPU) Tengku Mahmud Palas kecuali dua yang meninggal terdahulu," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, M Amin di Pekanbaru, Sabtu.
M Amin mengatakan kebijakan ini diambil mengingat pemakaman jenazah COVID-19 harus sesuai protokoler penanganan virus berbahaya tersebut.
Selain itu, TPU Tengku Mahmud Palas sangat representatif untuk melokalisasi jenazah yang terkonfirmasi COVID-19
TPU Tengku Mahmud Palas memiliki luas 10 hektare, sedangkan yang baru digunakan masih sekitar lima hektare.
TPU Tengku Mahmud itu juga milik Pemkot Pekanbaru.
Dia menyebutkan untuk protokoler penanganan jenazah COVID-19 sendiri, dilakukan tim khusus yang tidak lagi melibatkan keluarga jenazah.
"Semua yang meninggal karena COVID-19 langsung diselenggarakan proses mandinya dan salat jenazahnya di rumah sakit, dan langsung dikuburkan di TPU," katanya.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Kota Pekanbaru untuk Penanganan COVID-19 dr Mulyadi mengatakan, hingga Jumat (17/4) bertambah satu pasien 13 positif COVID-19 di Pekanbaru.
"Kasus konfirmasi COVID-19 di Pekanbaru mencapai 13 orang, dengan bertambahnya satu pasien positif baru atas nama Ny. H (28) tahun warga Sialang Bungku Tampan, riwayat berteman dengan Ny.R yang sebelumnya juga terkonfirmasi COVID-19 dan kini sudah sembuh," kata Juru Bicara Pemerintah Kota Pekanbaru untuk Penanganan COVID-19 dr Mulyadi di Pekanbaru.
Kata dia, kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah 11 orang, 65 dirawat, 53 sembuh dan sembilan meninggal.
"Kemarin pasien PDP meninggal satu lagi atas nama tuan Z (61) warga Marpoyan, namun hasil uji swap belum keluar" katanya.
Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 123 orang , 423 sedang dalam pemantauan, 3.281 selesai pemantauan.
"Sehingga total ODP Pekanbaru kini 3.704 orang," tukasnya.
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin sayangkan masih ada penolakan jenazah COVID-19
Baca juga: Pemda Inhil siapkan lahan pemakaman khusus korban COVID-19, segini luasnya
Baca juga: Pekanbaru mulai Jumat ini berlakukan jam malam untuk pelaksanaan PSBB
"Kini semua jenazah yang terkonfirmasi COVID-19 sudah dan akan dimakamkan di (TPU) Tengku Mahmud Palas kecuali dua yang meninggal terdahulu," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, M Amin di Pekanbaru, Sabtu.
M Amin mengatakan kebijakan ini diambil mengingat pemakaman jenazah COVID-19 harus sesuai protokoler penanganan virus berbahaya tersebut.
Selain itu, TPU Tengku Mahmud Palas sangat representatif untuk melokalisasi jenazah yang terkonfirmasi COVID-19
TPU Tengku Mahmud Palas memiliki luas 10 hektare, sedangkan yang baru digunakan masih sekitar lima hektare.
TPU Tengku Mahmud itu juga milik Pemkot Pekanbaru.
Dia menyebutkan untuk protokoler penanganan jenazah COVID-19 sendiri, dilakukan tim khusus yang tidak lagi melibatkan keluarga jenazah.
"Semua yang meninggal karena COVID-19 langsung diselenggarakan proses mandinya dan salat jenazahnya di rumah sakit, dan langsung dikuburkan di TPU," katanya.
Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah Kota Pekanbaru untuk Penanganan COVID-19 dr Mulyadi mengatakan, hingga Jumat (17/4) bertambah satu pasien 13 positif COVID-19 di Pekanbaru.
"Kasus konfirmasi COVID-19 di Pekanbaru mencapai 13 orang, dengan bertambahnya satu pasien positif baru atas nama Ny. H (28) tahun warga Sialang Bungku Tampan, riwayat berteman dengan Ny.R yang sebelumnya juga terkonfirmasi COVID-19 dan kini sudah sembuh," kata Juru Bicara Pemerintah Kota Pekanbaru untuk Penanganan COVID-19 dr Mulyadi di Pekanbaru.
Kata dia, kasus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga bertambah 11 orang, 65 dirawat, 53 sembuh dan sembilan meninggal.
"Kemarin pasien PDP meninggal satu lagi atas nama tuan Z (61) warga Marpoyan, namun hasil uji swap belum keluar" katanya.
Sedangkan Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah 123 orang , 423 sedang dalam pemantauan, 3.281 selesai pemantauan.
"Sehingga total ODP Pekanbaru kini 3.704 orang," tukasnya.
Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin sayangkan masih ada penolakan jenazah COVID-19
Baca juga: Pemda Inhil siapkan lahan pemakaman khusus korban COVID-19, segini luasnya
Baca juga: Pekanbaru mulai Jumat ini berlakukan jam malam untuk pelaksanaan PSBB
Pewarta : Vera Lusiana
Editor : Riski Maruto
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sorotan Hari Ini: Kabar Pemakaman Vidi Aldiano hingga Lonjakan Penjualan Mobil BYD
09 March 2026 12:30 WIB
Paman bacok keponakan hingga tewas di Meranti, polisi tangkap pelaku di pemakaman
21 July 2025 18:36 WIB
Menlu Sugiono: Jokowi dipertimbangkan jadi utsus ke pemakaman Paus Fransiskus
23 April 2025 14:20 WIB
Presiden Prabowo Subianto kemungkinan kirim utusan hadiri pemakaman Paus Fransiskus
23 April 2025 9:54 WIB
Hizbullah umumkan pemakaman Hassan Nasrallah akan dilaksanakan pada 23 Februari
03 February 2025 12:17 WIB, 2025
Ratusan orang hadiri pemakaman satu keluarga di Pekanbaru yang tewas tertabrak
01 January 2025 17:43 WIB, 2025
Langit pun menangis saat pemakaman korban erupsi Marapi asal Pekanbaru
06 December 2023 15:31 WIB, 2023
Korsel putuskan tidak utus delegasi ke pemakaman eks Presiden China Jiang Zemin
01 December 2022 13:53 WIB, 2022
Terpopuler - PMK
Lihat Juga
4.704 calon haji asal Riau siap diberangkatkan ke Tanah Suci, rombongan pertama dari Pekanbaru
16 April 2026 15:41 WIB
Pemprov Riau pastikan masyarakat di TNTN masih bisa beraktivitas sambil menunggu relokasi
13 April 2026 15:34 WIB
Bulog Riau-Kepri salurkan 11.000 ton beras dan dua juta liter minyak goreng untuk 597.998 penerima
06 April 2026 12:34 WIB
Berikan layanan premium, RSUD Arifin Achmad buka Poliklinik Utama bagi pasien non-BPJS Kesehatan
02 April 2026 16:50 WIB
Tercatat sudah ada 1.303 kasus suspek campak di Riau sejak Januari hingga Maret 2026
02 April 2026 14:08 WIB