Logo Header Antaranews Riau

Tercatat sudah ada 1.303 kasus suspek campak di Riau sejak Januari hingga Maret 2026

Kamis, 2 April 2026 14:08 WIB
Image Print
Ilustrasi - Campak. ANTARA/HO-Sutterstock

Pekanbaru, (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mencatat sebanyak 1.303 suspek campak di daerah setempat selama 11 pekan dalam tahun ini terhitung sejak awal Januari hingga pekan ketiga Maret 2026.

Kepala Dinkes Riau Zulkifli mengatakan ada beberapa gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini antara lain ruam, panas tinggi, mata merah, batuk, dan pilek. Untuk itu pihaknya mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit campak.

"Semua kelompok usia dapat terjangkit. Namun risiko kematian lebih tinggi pada bayi karena daya tahan tubuh yang masih rendah," katanya di Pekanbaru, Kamis.

Dia merinci kasus terbanyak ditemukan pada pekan pertama Januari yakni 184 suspek. Kemudian pekan kedua dengan 149 suspek, ketiga dengan 155 suspek, dan pekan terakhir Januari sebanyak 125 suspek.

Memasuki pekan kelima atau pekan pertama Februari temuan suspek sedikit menurun, yakni 117 kasus. Kemudian pada pekan keenam ditemukan 91 suspek, ketujuh 98 suspek, dan kedelapan sebanyak 100 suspek.

"Memasuki Maret atau pekan kesembilan 2026 ditemukan 124 suspek, lalu 111 dan terakhir 49," ujarnya.

Dia menambahkan berbagai pencegahan dapat dilakukan masyarakat dengan memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi lengkap, isolasi mandiri di rumah jika anak menunjukkan gejala dan memeriksakan diri ke dokter jika gejala memburuk.

Gejala khas campak adalah demam dengan suhu biasanya di atas 38 Celcius selama tiga hari atau lebih dan disertai dengan bercak kemerahan/rash/ruam yang dimulai dari belakang telinga berbentuk makulopapular, bisa juga disertai disertai salah satu atau lebih gejala batuk, pilek, dan mata merah.



Pewarta :
Editor: Afut Syafril Nursyirwan
COPYRIGHT © ANTARA 2026