TNI AU Jelaskan Alasan Pemaksaan Mendarat Pesawat Ethiopian Air
Senin, 14 Januari 2019 14:44 WIB
Pesawat Ethiopian Air yang dipaksa mendarat di Bandara Hang Nadim Batam, Kepri. (Kasubdispenum Dispenau)
Pekanbaru (Antaranews Riau) - Dua pesawat tempur F16 Skadron 16 Lanud Roesmin Nurjadin (RSN) Pekanbaru memaksa mendarat sebuah pesawat kargo jenis Boeing B777 dari Maskapai Ethiopian Air di Bandara Hang Nadim Batam, Provinsi Kepulauan Riau, Senin.
Berdasarkan keterangan resmi Kasubdispenum Dispenau yang diperkuat dengan pernyataan Komandan Skadron 16 Lanud RSN, Letkol Pnb Bambang di Pekanbaru, Senin siang, membenarkan peristiwa tersebut. Alasan pemaksaan turun (force down) tersebut karena pesawat Ethiopian Air telah memasuki wilayah kedaulatan udara yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi Flight Clearance (FC).
Kondisi di Bandara Hang Nadim, Batam, saat pesawat kargo Ethiopian Air yang dipaksa mendarat oleh TNI AU (Kasubdispenum Dispenau)
Pesawat kargo dengan nomor registrasi ET-AVN itu diketahui berangkat dari Addis Ababa, ibukota Ethiopia dengan tujuan Hong
Kong, dan memasuki wilayah udara Indonesia tanpa bisa menyebutkan izin atau FC setelah dihubungi oleh otoritas navigasi udara Indonesia (AirNav) melalui komunikasi radio.
Baca juga: Ethiopian Air Sudah Lebih 24 Jam ditahan di Hang Nadim Batam
Kemudian, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) segera memerintahkan dua pesawat tempur F16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin yang berkedudukan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, untuk melakukan identifikasi visual dan penyergapan.
Pesawat F16 dari Skadron 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, yang digunakan TNI AU untuk memaksa mendarat pesawat kargo Ethiopian Air di Bandara Hang Nadim, Batam (Kasubdispenum Dispenau)
Pesawat F16 dengan kode panggilan "Rydder Flight" yang diawaki oleh Kapten Pnb Barika dan Kapten Pnb Anang berhasil melakukan kontak visual dengan B777 ET-AVN dan melakukan komunikasi pada frekuensi darurat. Kemudian mereka memaksa pilotnya untuk mendaratkan pesawatnya di Bandara Hang Nadim Batam untuk dilakukan proses hukum dan penyelidikan oleh pihak TNI AU di Lanud Raja Haji Fisabillah, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Pada pukul 09.33 WIB pesawat B777 ET-AVN mendarat di Batam disusul oleh dua pesawat F16 TNI AU pada pukul 09.42 WIB.
Baca juga: Otoritas Singapura Sempat Halangi TNI AU "force down" Ethiopian Air
Baca juga: Skadron Udara 16 Tutup Tahun Dengan Mencuci Jet Tempur
Berdasarkan keterangan resmi Kasubdispenum Dispenau yang diperkuat dengan pernyataan Komandan Skadron 16 Lanud RSN, Letkol Pnb Bambang di Pekanbaru, Senin siang, membenarkan peristiwa tersebut. Alasan pemaksaan turun (force down) tersebut karena pesawat Ethiopian Air telah memasuki wilayah kedaulatan udara yurisdiksi Indonesia tanpa dilengkapi Flight Clearance (FC).
Kondisi di Bandara Hang Nadim, Batam, saat pesawat kargo Ethiopian Air yang dipaksa mendarat oleh TNI AU (Kasubdispenum Dispenau)
Pesawat kargo dengan nomor registrasi ET-AVN itu diketahui berangkat dari Addis Ababa, ibukota Ethiopia dengan tujuan Hong
Kong, dan memasuki wilayah udara Indonesia tanpa bisa menyebutkan izin atau FC setelah dihubungi oleh otoritas navigasi udara Indonesia (AirNav) melalui komunikasi radio.
Baca juga: Ethiopian Air Sudah Lebih 24 Jam ditahan di Hang Nadim Batam
Kemudian, Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) segera memerintahkan dua pesawat tempur F16 dari Skadron Udara 16 Lanud Roesmin Nurjadin yang berkedudukan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, untuk melakukan identifikasi visual dan penyergapan.
Pesawat F16 dari Skadron 16 Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, yang digunakan TNI AU untuk memaksa mendarat pesawat kargo Ethiopian Air di Bandara Hang Nadim, Batam (Kasubdispenum Dispenau)
Pesawat F16 dengan kode panggilan "Rydder Flight" yang diawaki oleh Kapten Pnb Barika dan Kapten Pnb Anang berhasil melakukan kontak visual dengan B777 ET-AVN dan melakukan komunikasi pada frekuensi darurat. Kemudian mereka memaksa pilotnya untuk mendaratkan pesawatnya di Bandara Hang Nadim Batam untuk dilakukan proses hukum dan penyelidikan oleh pihak TNI AU di Lanud Raja Haji Fisabillah, Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Pada pukul 09.33 WIB pesawat B777 ET-AVN mendarat di Batam disusul oleh dua pesawat F16 TNI AU pada pukul 09.42 WIB.
Baca juga: Otoritas Singapura Sempat Halangi TNI AU "force down" Ethiopian Air
Baca juga: Skadron Udara 16 Tutup Tahun Dengan Mencuci Jet Tempur
Pewarta : FB Anggoro
Editor : Vienty Kumala
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tancap gas, Kasat Narkoba baru Polres Bengkalis ungkap 16,3 kg sabu dan 40.146 butir ekstasi
30 March 2026 18:37 WIB
Hattrick Sorloth Bawa Atletico Tundukkan Brugge 4-1 dan Lolos ke 16 Besar
25 February 2026 12:50 WIB
Terpopuler - Regional
Lihat Juga
Jeruji tak halangi produktivitas, warga binaan Lapas Selatpanjang panen perdana
15 April 2026 19:38 WIB
Imigrasi Selatpanjang hadirkan program Limau di Rangsang Barat, permudah akses warga kepulauan
11 March 2026 10:21 WIB
Pantau persiapan lebaran, Wabup Muzamil pastikan sembako, BBM dan jalur mudik di Meranti aman
07 March 2026 11:25 WIB
Bupati Asmar dan Wabup Muzamil pimpin korve di titik strategis Selatpanjang
14 February 2026 15:51 WIB
Jelang ramadan, Bupati Asmar pastikan harga dan stok sembako di Meranti tetap aman
14 February 2026 15:36 WIB
Razia mendadak di Lapas Selatpanjang, petugas sita barang berpotensi bahaya dari kamar WBP
13 February 2026 11:58 WIB