Logo Header Antaranews Riau

Saatnya Perempuan Kampar Produktif

Sabtu, 3 September 2016 12:37 WIB
Image Print

Siak Hulu, (Antarariau.com) - Selama ini kaum perempuan di kabupaten Kampar banyak yang terpinggirkan, bukan karena banyak yang pemalas, tetapi ketidaktahuan mereka, bagaimana upaya untuk menambah pendapatan keluarga.

Dengan adanya program Pemerintah Daerah Kampar yang menyelenggarakan pendidika dan pelatihan (diklat) menjahit bagi kaum perempuan yang putus sekolah atau ibu-ibu yang menganggur dan kehidupannya miskin dapat mengikuti diklat ini.

Nantinya setelah dinyatakan lulus oleh instruktur diklat kemudian mereka diberi bantuan modal usaha berupa mesin jahit perkelompoknya, disamping itu dari Pemda juga berupaya untuk dapat memberikan order berupa jahitan seperti sekarang mereka mendapat order jahitan pakaian sekolah.

Dengan begitu mereka mendapat pekerjaan dan Penghasilan sendiri, dan mampu produktif dalam berkarya.Kaum perempuan apabila diberikan kesempatan untuk berkarya dapat mengalahkan kesungguhan kaum pria, dan mereka lebih tekun dan serius dalam mengerjakan sesuatu.

Demikian dikatakan Bupati Kampar Jefry Noer ketika menutup angkatan I dan II serta membuka pelatihan jahit menjahit angkatan III dan IV di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Insan Mandiri Desa Kubang Jaya Kecamatan Siak Hulu.

kemudian Bupati menyampaikan agar peserta serius dalam mengikuti diklat, setelah lulus agar dapat menularkan ilmunya kepada perempuan lain disekitar desanya. Dengan bekal ilmu menjahit jadilah perempuan yang produktif hingga mampu menciptakan lapangan pekerjaan serta dapat membantu perekonomian keluarganya," ucap Jefry Noer.

Jefry berpesan kepada instruktur diklat agar peserta I dan II yang telah menyelesaikan pelatihan dapat dicampur dengan peserta pelatihan yang telah mahir, supaya mereka termotivasi untuk berbuat lebih baik lagi.

Segera berkarya menghasilkan pakaian sekolah, untuk penjualannya akan di distribusi ke sekolah dengan kerjasama koperasi UPTD dan sekolah yang dikontrol kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) se kabupaten Kampar agar harga pakaian itu murah sehingga dapat membantu orang tua anak didik membeli pakaian seragam anaknya dengan harga yang murah dibanding harga dipasar serta dengan kualitas pakaian bersaing.

Ditambahkan Jefry Noer, para perempuan Kampar yang sedang mengikuti pendidikan dan latihan (diklat) menjahit ini tidak diajar pandai buat baju tetapi pandai mencari uang karena itu mereka akan semangat, semakin cepat pandai maka akan semakin cepat pula mereka dalam menghasilkan uang.

Dalam kegiatan itu pula hadir Anggota DPRD Provinsi Riau Eva Yuliana, dalam sambutan dirinya mengatakan bahwa Provinsi Riau berterima kasih bahwa kegiatan ini dapat memajukan kaum perempuan di Kabupaten Kampar, kaum perempuan dikabupaten Kampar dengan adanya kegiatan ini dapat menciptakan perempuan yang produktif dan menghasilkan yang dapat bermanfaat bagi penambahan perekonomian keluarganya.

Selain itu, bagi peserta yang telah menyelesaikan pendidikan agar jangan diam saja, tetap menghasilkan, tetap bekerja dirumah dengan kelompoknya, mesin jahit harus tetap bekerja dan menghasilkan untuk keluarganya, Eva Yuliana juga mengingatkan bahwa dana yang digunakan untuk kegiatan pelatihan adalah dana yang berasal dari Pemerintah Daerah, jangan sia- siakan dana yang dikeluarkan Pemerintah Daerah pungkas Eva Yuliana.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian dan Pasar Amin Filda dalam laporannya mengatakan tujuan utama dari kegiatan Pelatihan menjahit adalah menumbuhkan minat produktifitas dan menciptakan lapangan pekerjaan bagi kaum perempuan di Kabupaten Kampar, sekaligus menambah pendapatan kaum perempuan yang dapat membantu perekonomian keluarganya ungkap. (Adv)



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026