Logo Header Antaranews Riau

Asisten II: Safari Ramadhan Perekat Tali Silaturrahim

Sabtu, 11 Juni 2016 11:23 WIB
Image Print

Gunung Sahilan, Kampar (Antarariau.com) – Kegiatan Safari Ramadhan tidak hanya sebagai agenda tahunan atau rutinitas setiap tahunnya dari Pemerintah kabupaten kampar, tapi kegiatan tersebut mempunyai makna yang penting, yakni sebagai ajang silaturrahim dengan masyarakat untuk bisa lebih dekat.

“Safari Ramadhan ini bertujuan untuk saling merekatkan tali silaturrahim antara Pemerintah Kabupaten kampar dengan masyarakat, antara masyarakat dengan masyarakat, dan juga sebagai ajang penyampaian program dari Pemerintah Kabupaten,”ujar Asisten Ekbang dan Kesra H. Nurbit saat jadi pimpinan rombongan Tim 2 (dua) Safari Ramadhan Pemkab kampar di Mesjid Al Miqrot Desa Makmur Sejahtera Kecamatan Gunung Sahilan, Jumat (10/6) malam.

Nurbit mengatakan, safari ramadhan ini bisa kita manfaatkan sebagi momen untuk mendekatkan diri dengan masyarakat, inilah bentuk perwujudan dari Pemkab Kampar untuk mendekatkan diri dari pimpinan SKPD ke masyarakat.

Kegiatan safari ini pun dilakukan dengan tujuan sebagai ajang serap aspirasi dari masyarakat serta kami dapat memberikan solusinya.

“Insya Allah kami berupaya dan berusaha menyerap aspirasi yang disampaikan masyarakat tentunya yang berkenaan dengan pembangunan diwilayah itu sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat itu sendiri, apakah sarana ibadah, pembangunan jalan, jembatan dan lain-lain,” katanya.

Tak lupa pula, dalam kesempatan itu Nurbit juga menyampaikan ajakan dan himbauan dari Bupati kampar mengajak para orang tua untuk membentengi generasi muda dari pengaruh negatif yang selalu mengintai.

Terlebih sekarang yang terkena narkoba sudah tidak pandang umur lagi, sehingga sudah sangat menghawatirkan sekali.

“Untuk itu, Bupati Kampar menghimbau selama bulan suci Ramadhan ini, pada saat penyampaian kultum/tausyiah di mesjid-mesjid, hendaknya juga disampaikan dan diulas juga tentang bahaya narkoba itu, kita selaku orang tua hendaknya selalu bisa mengawasi para generasi muda agar tidak menjadi korban dari pengaruh negatif,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu salah seorang dari pengurus Mesjid Al-Miqrot juga menyampaikan aspirasi mengenai pembangunan jembatan dan renovasi mesjid, terlebih lagi selama mesjid Al-Miqrot ini berdiri, dirinya mengatakan belum ada sedikitpun bantuan dari pemkab.

Menanggapi hal itu, Nurbit menyampaikan, kalau terkait dengan pembangunan jembatan, pertimbangan atau saran kami karena dana ADD Desa yang sekarang cukup besar mungkin bisa dimasukkan dalam rancangan RAPBDesa. Seandainya itu tidak bisa diarkomodir desa mungkin bisa dibuat semacam proposal untuk bisa disampaikan ke dinas terkait.

“Semaksimal mungkin kami akan memperjuangkan apa yang diinginkan masyarakat semaksimal mungkin dengan mengikuti acuan yang berlaku,” katanya.

Selanjutnya, kalau terkait dengan pembangunan dan renovasi Mesjid, Nurbit mengatakan kalau untuk sekarang pemabungan dan renovasi mesjid tidak bisa lagi menerima bantuan dana hibah atau bansos bila tidak memiliki status sebagai badan hukum. Hal itu mengacu pada ketentuan UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang pemerintahan Daerah.

“Jadi ini bukan kemauan kami. Aturan perundang-undanganlah yang menyebutkan demikian, sehingga kami tidak bisa lagi menyalurkan bantuan dari dana APBD bila yang meminta bantuan tidak berbentuk badan hukum,” jelasnya.

Untuk itu, Nurbit meminta masyarakat agar bisa memahami bila Pemkab tidak bisa menyalurkan bantuan bagi yang membutuhkan bantuan.

“Jadi, bila pemkab tidak memberikan bantuan, bukan karena Pemkab tidak mau membantu, tetapi karena aturannya yang tidak memungkinkan,” pungkasnya. (ADV)



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026