Web Fraud Dalam Pelaksanaan Digital Ekonomi

id web fraud dalam pelaksanaan digital ekonomi

Jakarta (Antarariu.com)- Pemerintah Indonesia memberikan dukungan penuh terkait dengan pelaksanaan era digital ekonomi saat ini. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya Harbolnas (Hari Belanja Online Nasional) dan Indonesia e-Commerce Summit and Expo yang baru digelar akhir bulan lalu.

Hal tersebut juga terlihat dari menjamurnya e-commerce yang diproyeksikan pertumbuhannya mencapai 300 Triliun Rupiah. Sayangnya, menjamurnya transaksi online justru menimbulkan kerentanan terhadap penipuan melalui situs atau sering disebut web fraud.

Dalam temu media, Selasa, Manager Field System Engineer F5 Networks, Andre Iswanto, mengungkap tiga tantangan yang dihadapi Indonesia menuju era ekonomi digital.

Pertama, dengan adanya multiple channel pembayaran saat ini seperti melalui internet banking, mobile banking, sms banking, bahkan sosial media untuk bertransaksi, menurut Andre, makin membuat perbankan susah melakukan proteksi.

Kedua, saat ini Andre melihat para penjahat siber membuat malware yang memang ditargetkan untuk industri keuangan. Parahnya, Andre mengatakan malware tersebut terus berevolusi sehingga membuat anti virus semakin sulit untuk mengenali.

"Ini (malware) sifatnya diam tidak akan mengganggu PC sampai menuju ke laman banking baru malware bekerja. Itu membuat anti virus susah mendeteksi apalagi menghapus," kata Andre.

Terakhir, kurangnya kesadaran dari masyarakat Indonesia terhadap keamanan, menurut Andre, juga menjadi tantangan tersendiri. Tidak hanya masyarakat, industri keuangan juga masih enggan memberlakukan keamanan berlapis.

"Management juga terkadang agrak ragu berinvestasi di IT security sia-sia sampai mereka didorong oleh regulator atau mengalami kerugian," ujar Andre.

Komentar