Logo Header Antaranews Riau

Pelangi Dari Timur Indonesia

Minggu, 24 April 2016 12:44 WIB
Image Print

Jakarta,(Antarariau.com)- Berawal dari ajaran sang ibu untuk berbagi terhadap sesama dan sikap tidak bisa diam, Nila Tanzil sukses menebar pelangi di Indonesia Timur yang masih jarang terjangkau fasilitas dan kemewahan yang dipunya Indonesia Barat.

Sampai saat ini, Nila telah mendirikan 37 perpustakaan di pelosok Indonesia Timur di bawah bendera Taman Bacaan Pelangi. Awal mula kelahiran Taman Bacaan Pelangi diawali karena wanita kelahiran Jakarta, 29 April 1976 ini harus tinggal di Labuan Bajo, Flores selama setahun. Selama tinggal disana, Nila menghabiskan waktunya dengan menyelam dan bermain di pantai.

Lama kelamaan, ia bosan dan memutuskan untuk mengunjungi desa-desa disekitarnya dan menyapa penduduk setempat. Namun, kegiatan yang ia anggap sebagai alternatif menghabiskan waktu membawa dirinya terhadap passion hidup terbesarnya.

Saat sedang berinteraksi dengan penduduk setempat, ia menyaksikan bahwa anak-anak kecil harus menempuh sungai dengan waktu yang tidak sedikit untuk bisa mencapai sekolah. Jiwa sosial Nila makin tergerak ketika mengetahui bahwa anak-anak ini hanya mempunyai satu buku dan satu pensil yang ditaruh di dalam kantong plastik.

"Ketika aku melihat anak-anak ini, aku tergerak untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk anak-anak Indonesia," ujar Nila.

Niat ini pun ia wujudkan dengan mendirikan Taman Bacaan Pelangi yang saat ini sudah mencapai 14 pulau di Indonesia Timur. Ia bahkan akan membuka dua hingga tiga perpustakaan baru di Papua.

“Awal mendirikan ini semua karena nekat dan begitu melihat anak-anak ini senang ketika membaca buku-buku yang ada di Taman Bacaan Pelangi, saya merasa senang sekali dan tidak ada alasan bagi saya untuk berhenti.”

Seakan belum cukup sibuk, Nila juga mempunyai beberapa proyek lain seperti Les Membaca Gratis dan Travel Sparks.

“Ini masih pilot project. Jadi Les Membaca gratis ini dilakukan 2 kali dalam seminggu bekerjasama dengan guru-guru disana. Dalam dua bulan, sudah ada 16 anak yang bisa membaca dari total 31 anak.”

Travel Sparks sendiri merupakan biro perjalanan wisata yang berjiwa sosial. Nantinya, setiap wisatawan yang memakai jasa Travel Sparks akan diajak untuk melakukan kegiatan sosial seperti mengajarkan baca dan tulis, keterampilan tangan, bermain musik, atau juga bercerita mengenai pengalaman wisatawan itu sendiri di daerah asalnya. Seluruh kegiatan sosial yang ditawarkan, dipusatkan untuk dilakukan di Taman Bacaan Pelangi.

Profit dari Travel Sparks ini juga nantinya akan disalurkan untuk meningkatkan literasi dan kualitas pendidikan di daerah pelosok Indonesia timur.

“Travel Sparks ini sifatnya juga lebih disesuaikan dengan keinginan wisatawan. Dan selain itu, Travel Sparks juga akan mempekerjakan masyarakat lokal, baik itu tour guide, driver, sampai pemilik kapal. Dengan cara ini ekonomi masyarakat sekitar bisa terangkat,” ujar Nila.

Saat ini Travel Sparks memang masih memfokuskan melayani wisatawan yang ingin voluntourism di Flores, tetapi Nila berkomitmen untuk memperluas jangkauan Travel Sparks hingga kawasan lain di Indonesia Timur sesuai jaringan Taman Bacaan Pelangi.


Sumber: Gohitz