Logo Header Antaranews Riau

PLN: 5.033 Pelanggan Di Kepri Beralih Daya

Rabu, 4 November 2015 22:42 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau menyebutkan dari total 77.533 pelanggan dengan daya 450 Volt Ampere (VA) sampai 900 VA, terdapat 5.033 pelanggan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) diharuskan menaikkan daya menjadi 1.300 VA tahun 2016.

Humas PLN Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Nasri di Pekanbaru, Rabu, mengatakan, berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskin (TNP2K) di Kepri, terdapat sebanyak 72.500 kepala keluarga menjadi pelanggan PLN.

"Kalau di Kepri, jumlahnya jauh lebih banyak yakni 93,5 persen lebih atau 72.500 dari total 77.533 pelanggan adalah keluarga miskin. Jadi sebagian besar subsidi listrik yang diberi pemerintah, kami nilai telah tepat sasaran di provinsi ini," ucap dia.

PLN WRKR tidak memaksakan kehendak agar para pelanggan di Kepri menaikkan daya listrik menjadi 1.300 VA, kata Nasri, dengan catatan bagi masyarakat kurang mampu bisa tetap menggunakan daya 450 VA dan 900 VA, tapi dikenakan biaya atau tarif nonsubsidi seperti pengguna daya 1.300 VA.

Hingga akhir akhir tahun 2015, PLN secara nasional termasuk di Kepri melalui cabang dan rating akan menawarkan penambahan daya dari 900 VA ke 1.300 VA tanpa dipungut biaya, demi mendorong berpindah pelanggan dari penggunaan daya subsidi menuju daya tidak disubsidi.

"Untuk perpindahan daya dari 450 VA ke 1.300 VA, biaya dikeluarkan Rp797 ribu, sedangkan dari 900 VA ke 1.300 VA dikenakan biaya sebesar Rp375 ribu. Tapi sampai akhir tahun ini, kami menanggung biaya bagi warga di Kepri yang ingin ganti daya," tegasnya.

Ia berujar, seperti diketahui tarif listrik rumah tangga dengan daya 1.300 VA sesuai harga keekonomian yang masih berlaku hingga saat ini dikenakan biaya sebesar Rp1.352 per kwh.

"Selama ini tarif listrik daya 450 VA, pemerintah memberi subsidi Rp415 per kwh. Sedangkan tarif daya 900 VA, subsidi diberikan sebesar Rp605 per kwh," beber Nasri.

Direktur Utama PLN Sofyan Basyir mengungkapkan, mulai 2016 akan terdapat lebih dari 20 juta pelanggan listrik dengan daya 900 VA yang akan dimigrasi ke daya yang lebih tinggi demi penghematan subsidi mencapai Rp30 triliun.

"Saat ini ada lebih dari 20 juta masyarakat kita, tidak taat azas. Dia tidak miskin, tidak masuk dalam kategori rakyat miskin dengan mengambil manfaat dan pakai listrik 450 VA dan 900 VA," kata Sofyan.

PLN mencatat, jumlah pelanggan dengan daya 900 VA per September 2015 berjumlah 22,47 juta pelanggan dan daya 450 VA pada periode yang sama terdapat sebanyak 22,9 juta pelanggan.

Berdasarkan data TNP2K jumlah masyarakat tidak mampu, miskin atau rentan miskin hanya sekitar 24,7 juta kepala keluarga, sedangkan data pelanggan PLN golongan 450 VA dan 900 VA mendapat subsidi pemerintah sekitar 48 juta pelanggan.



Pewarta :
Editor: Muhammad Said
COPYRIGHT © ANTARA 2026