Logo Header Antaranews Riau

Penyuluh Wajib Memiliki RTMPE

Kamis, 23 Juli 2015 15:50 WIB
Image Print

Kampar, (Antarariau.com) - Sebagai seorang penyuluh atau ujung tombak bagi masyarakat yang hidup sehari-hari sebagai petani, mesti paham dengan program yang dilaksanakan oleh pemda kampar untuk para petani. Kita tau saat ini Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) adalah program unggulan satu-satunya di Indonesia. Untuk itu setiap penuyuluh yang ada di Kampar wajib memiliki RTMPE.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kampar H Jefry Noer,SH saat memberikan materi RTMPE kepada seluruh Penyuluh Pertanian Se-Kabupaten Kampar di Lokasi RTMPE Kubang Jaya Siak Hulu kamis sore (23/7).

Lebih lanjut Jefry mengungkakan bahwa RTMPE bukan satu-satunya di Indonesia mungkin satu-satunya di dunia, memang kementrian sering meengatakan bahwa program RTMPE yang dilaksanakan Pemda Kampar merupakan program gila atau program yang sangat dahsiat.

Makanya sebagai guru petani ditengah masyarakat mesti paham dan memiliki program ini, agar masyarakat juga bisa mengerti dan ingin memiliki RTMPE. Sebab kita tau semua bahwa di RTMPE kita tidak pelu lagi lahan yang luas-luas untuk bertani, akan tetapi dalam RTMPE cukup kita menyediakan lahan 1000 meter atau 800 meter, dengan lahan 1000 meter tersebut didalamanya sudah terdapat Sapi enam ekor, ayam petelor 100 ekor, ikan lele, bawang dengan bibit 50 kg, Cabe, serta sayur-sayuran untuk kebutuhan sehari-hari.

Secara rinci Jefry menjelaskan bahwa dengan berbagai ternak dan kebun yang terdapat di RTMPE tersebut insyaallah masyarakat bisa mencetak uang, sebab mereka akan bisa menghasilakn minimal Rp 10 juta/bulan.
Karena dalam peliharaan sapi yang utamanya untuk kebutuhan sehari-hari adalah hasil dari urin dan kotoran sisanya, dari 6 ekor sapai urin akan menghasilakan lebih kurang 1000lter/bulan. Nah urin tersebut selama 8 hari kita urai untuk kita membuang racun dann bakterinya urin tersebut kita masukan dalam drum campur dengan kunyit, jahe, tamu lawak, serta mulase yang telah kita tanam di RTMPE.

Disamping itu, selama satu bulan kita anggap menghasilkan urin 500 liter saja dengan harga jual dengan harga jual 1 liter Rp 15 ribu sudah menhgasilkan Rp 7,5 juta. Disamping itu di buat Biogas kotoran sapi yang enam ekor juga akan menghasilkan 1 smpai 1,5 ton/buln, anggap saja 1 ton/bulan dengan harga jual Rp 1000 uda menghasilkan Rp 1 juta. Selain itu ada lagi 1 bupuk cair dalam sebulan akan menghasilkan 150 liter, dikali dengan harga Rp 10 ribu juga sudah menghasilkan Rp 1,5 juta.

Kemudian terdapatnya ayam petelor sebanyak 100 ekor, dimana dalam satu hari ayam tersebut bisa menghasilkan 60/70 butir telor, anggap saja 50 butir/hari dangan harga jual minimal Rp 2000, maka satu bulan sudah Rp 3 juta. Selain tanaman cabe dengan lahan 400 meter sebanyak 50 kg, makan dalam waktu selama lebih kurang 55 hari akan bisa mengahsilkan minimal Rp 8 juta. Nah dengan demikian penghasilan Rp 10 juta/bulan tidak akan kemana dan tidak akan habis untuk memenuhi kbutuhan sehari-hari.

Untuk itu, kepada seluruh penyulu pertanian yang ada di Kampar mesti paham dengan RTMPE, bisa mensosialisasikan kepada masyarakt serta memiliki RTMPE. Agar ditengah masyarakat yang menjadi pekerjaan petani sehari-hari mengolah RTMPE untuk menjadi seorang kaya. Apabila guru pertanian masyarakat sudah menberikan contoh kepada masyarakat insyaallah RTMPE akan cepat menjamur di Kampar. (Adv)



Pewarta :
Editor: Netty Mindrayani
COPYRIGHT © ANTARA 2026