Logo Header Antaranews Riau

Nilai Tukar Hortikultura Riau Naik 0,59 Persen

Senin, 19 Oktober 2015 18:59 WIB
Image Print


Pekanbaru, (Antarariau.com) - Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau mencatat bahwa nilai tukar petani Riau untuk sub sektor hortikultura (NTPH) selama September 2015, mengalami kenaikan sebesar 0,59 persen dibanding bulan Agustus 2015.

"Kenaikan NTPH Riau selama September 2015 itu terjadi disebabkan indeks harga yang diterima petani mengalami penurunan sebesar 0,01 persen, relatif lebih kecil dibandingkan penurunan indeks harga yang dibayar petani sebesar 0,60 persen," kata Kepala BPS Provinsi Riau, Mawardi Arsad dalam keterangannya di Pekanbaru, Senin.

Arsad menjelaskan, bahwa penurunan indeks harga yang diterima petani disebabkan turunnya indeks harga kelompok sayur-sayuran sebesar yang tercatat sebesar 1,68 persen pada kelompok cabai merah, cabai rawit, bayam, jengkol dan melinjo.

Selain itu, penurunan indeks harga yang dibayar petani disebabkan oleh turunnya indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,78 persen.

"Penurunan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,78 persen itu terjadi khususnya pada beras, daging ayam ras, bawang merah, cabai merah, biaya listrik gol 1, jeruk, gula pasir dan lainnya,"katanya.
Ia menyebutkan, untuk indeks Biaya Produksi dan Penambahan Barang Modal (BPPBM) justru mengalami kenaikan tercatat sebesar 0,35 persen khususnya NP atau NPK, ongkos angkut, insektisida, herbisida dan lainnya.

Sementara itu terkait indesk harga yang diterima petani selama Agustus 2015 tercatat 115,71 persen dan September 2015 tercatat sebesar 115,69 atau perbandingannya mengalami penurunan 0,01 persen.

Sedangkan pada indeks harga yang dibayar petani selama Agustus 2015 tercatat sebesar 121,19 persen dan selama September 2015 yaitu tercatat sebesar 120,46 persen atau mengalami penurunan juga sebesar -0,60 persen.



Pewarta :
Editor: Frislidia
COPYRIGHT © ANTARA 2026