Logo Header Antaranews Riau

FKBM Albantani Wakili Riau Ditingkat Nasional

Jumat, 24 April 2015 19:24 WIB
Image Print

Bengkalis, (Antarariau.com)- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FKBM) Albantani Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, meraih gelar juara kegiatan apresiasi PTK-PAUDNI tingkat Provinsi Riau 2015.

Dengan begitu, FKBM Albantani akan mewakili Provinsi Riau dilevel nasional.

"Pada kegiatan pemberian apresiasi PTK PAUDNI tahun ini, kita berhasil menyisihkan seluruh peserta dari kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Keberhasilan ini, berkat kerja keras pengurus dan kelompok binaan dalam mewujudkan usaha mandiri," kata Ketua Pengelola PKBM Albantani, Ruliono, kepada wartawan di Bengkalis, Jumat.

Ia mengatakan, pemberian apresiasi PTK PAUDNI yang diselenggarakan pada tahun ini melombakan 15 jenis, diantaranya pendidik PAUD, pengelola PAUD, instruktur kursus otomotif, instruktur kursus tata boga, instruktur kursus komputer.

Sementara itu, instruktur kursus babysitter, pengelola lembaga kursus (LKP), pamong belajar, pemilik, pengelola pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM), pengelola taman baca masyarakat (TBM), tutor pendidikan keaksaraan (buta huruf), dan kepala satuan kelompok belajar (SKB).

Pada perlombaan tersebut, Kabupaten Bengkalis mengutus tujuh perwakilan, yaitu instruktur kursus tata boga, instruktur kursus komputer, instruktur kursus otomotif roda dua, instruktur kursus tata busana, pengelola PKBM, pengelola TBM dan tutor keaksaraan.

"Dari ketujuh peserta yang ada, kita memenangkan kategori lomba pengelola PKBM," katanya.

Selanjutnya, PKBM Albantani, akan berkompoteisi mewakili Provinsi Riau ditingkat Nasional pada bulan Mei tahun 2015, di Medan, Provinsi Sumatera Utara.

"Insyaallah kita siap untuk mengikuti kompetisi di sana. Tentunya kami mohon dukungan dari seluruh masyarakat di Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau, agar dapat meraih prestasi gemilang di ajang tingkat nasional tersebut," katanya.

Sejauh ini berbagai kegiatan yang dikelola oleh PKBM Albantani sangat dirasakan oleh masyarakat di kecamatan Bantan. Seperti kegiatan dibidang pengelolaan pendidkan non formal keaksaraan terhadap Suku terasing di kecamatan Bantan yang mencapai 200 orang, yang sudah dijalankan selama tiga tahun. Kemudian pendidikan kesetaraan, paket A, B, C, yang sudah berjalan selama lima tahun.

"Pada tahun 2013, PKBM Albantani juga melaksanakan pendidikan kecakapan hidup, dalam bidang keterampilan tata busana yang diikuti 28 orang. Kegiatan ini memberikan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) bagi kaum ibu," katanya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2014, lembaga non formal tersebut melaksakana program pendidikan kewirausahaan masyarakat, khususnya menjahit bagi 40 orang kaum wanita. Pendidikan keaksaraan usaha mandiri, tata boga (masak), keterampilan batok kelapa serta teterampilan budidaya ayam potong masyarakat suku Asli di Desa Suka Maju. (Adv)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026