Logo Header Antaranews Riau

Puluhan Perusahaan Dukung Program RTMPE Kampar

Selasa, 14 April 2015 21:48 WIB
Image Print

Pekanbaru, (Antarariau.com) - Puluhan perusahaan yang bergerak di berbagai sektor mulai dari perkebunan, kehutanan, hingga perbankan mendukung Program Rumah Tangga Mandiri Pangan dan Energi (RTMPE) yang dijalankan pemerintah Kabupaten Kampar.

"Puluhan perusahaan ini akan disinergikan khususnya dalam alokasi dana tanggung jawab sosial perusahaan yang selama ini terlihat belum tepat sasaran," kata Bupati Kampar Jefry Noer di Hotel Wisata Tiga Dara, Kecamatan Siak Hulu, Kampar, Selasa siang.

RTMPE merupakan program terbaru Pemkab Kampar yang masuk dalam tiga zero "plus" target swasembada pangan dan energi.

Program ini mengedepankan pemanfaatan lahan sempit untuk menghasilkan berbagai kebutuhan rumah tangga yang lebih dari cukup.

Di atas lahan seribu meter persegi itu, nantinya setiap rumah tangga dapat memelihara empat ekor sapi bila sapinya merupakan sapi Brahmana, namun bila yang dipelihara sapi Bali maka jumlahnya bisa enam ekor, dan untuk lahan seluas 1.500 meter persegi, maka akan bisa lebih banyak lagi.

Kemudian, dibangun pula lokasi untuk pemeliharaan ayam petelor dengan hasil lebih kurang 50 butir telor per hari. Selanjutnya juga ada kolam untuk perikanan. Sementara untuk tanaman, rumah tangga mandiri dapat menanam berbagai jenis sayuran yang menjadi kebutuhan pokok, mulai dari bawang, jamur, cabai, dan lainnya.

Kemudian dari sapi yang dipelihara tersebut, juga akan menghasilkan lebih kurang 40 liter urine per hari yang akan diolah menjadi biourine dimana harganya bisa mencapai Rp25 ribu per liter.

Biourine dapat digunakan untuk pupuk perkebunan berkualitas tinggi, begitu juga dengan kotoran padat yang dihasilkan sapi-sapi tersebut juga dapat menghasilkan biogas sebagai alternatif bahan bakar.

Jefry Noer mengatakan, melalui program ini masyarakat benar-benar akan sejahtera jika serius melaksanakannya. Karena hasilnya tidak main-main, bisa membuat masyarakat yang tadinya miskin menjadi jutawan dan tidak kebingungan untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

"Untuk mewujudkannya, maka dibutuhkan dukungan semua pihak termasuk perusahaan-perusahaan yang ada di Kampar. Karena untuk membangun satu RTMPE dibutuhkan biaya lebih kurang Rp120 juta," katanya.

Maka dari itu, lanjut dia, perusahaan diminta agar menyinergikan dana CSR mereka yang dituangkan ke dalam program tersebut. Tidak untuk membantu secara penuh, namun disesuaikan saja dengan kemampuan masing-masing perusahaan.

"Jika misalkan perusahaan itu hanya mampu membantu dua ekor sapi, tidak masalah. Nantinya akan dibantu oleh perusahaan lainnya dan juga dana pinjaman bergulir dari pemerintah. Kemudian juga ada dana dari perbankan," kata Jefry.

Jika semuanya telah sinergi, lanjut dia, maka percepatan penuntasan masalah kemiskinan akan segera terwujud. Karena ditargetkan, Kampar itu sudah harus bebas dari kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh pada akhir 2016.

Perusahaan yang tidak mau bersinergi, lanjut Jefry, maka dipastikan perusahaan itu tidak mendukung program-program yang dijalankan pemda.

"Maka jangan salahkan kami kalau nanti timbul persoalan-persoalan dengan masyarakat. Karena masyarakat yang kekurangan, akan berbuat apa saja termasuk menganggu kenyamanan perusahaan itu. Dan kalau ikut dalam jalur program Pemda, kemudian masyarakat sejahtera, maka hal baik juga akan didapat oleh perusahaan tersebut," katanya. (Adv)



Pewarta :
Editor: Fazar Muhardi
COPYRIGHT © ANTARA 2026