
DPRD Inhil Minta Disperindag Perketat Pengawasan Barang
Kamis, 26 Maret 2015 20:35 WIB

Tembilahan, (Antarariau.com) - Komisi II DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, meminta dinas perindustrian dan perdagangan setempat untuk meningkatkan pengawasan terhadap barang-barang yang beredar di pasar.
Himbauan tersebut terkait banyaknya insiden kecelakaan yang dialami warga akibat penggunaan barang yang diduga cacat produksi namun bisa beredar luas.
"Setiap barang kebutuhan masyarakat yang beredar di Inhil ini harus diketahui oleh pihak Disperindag," kata Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Inhil, Ahmad Junaidi, di Tembilahan, Kamis.
Junaidi menyampaikan bahwa hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya hal-hal yang dapat merugikan dan mencelakakan masyarakat.
"Kami tidak menginginkan adanya korban-korban lainnya, jadi sebelum itu, Disperindag harus turun ke lapangan, melakukan pengecekan," tegasnya.
Selain itu, ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Inhil agar selalu berhati-hati dalam membeli berbagai produk.
"Masyarakat harus jeli, dan sebagai bentuk kewaspadaan, salah satu hal yang dapat dipertimbangkan sebelum membeli produk adalah dapat dilihat dari harganya, jika harganya jauh lebih murah dari harga biasa, maka hal tersebut dapat menjadi kewaspadaan kita, keselamatan diri harus kita jaga bersama-sama," ujarnya.
Hal ini di sampaikannya terkait adanya korban luka bakar pada anak kembar yaitu Siti Rahmi dan Siti Rahma (6), warga Desa Parit Pinang, Kecamatan Kuala Indragiri, Kabupaten Inhil, pada Selasa (24/3) sekitar pukul 18.00 WIB akibat dari minyak tanah yang diduga hasil oplosan.
Kemudian, seminggu yang lalu tepatnya Rabu (18/3), seorang balita yang berusia 19 bulan, Gusti M. Amin, warga Jalan Sederhana, Tembilahan juga terkena luka bakar. Gusti terkena api yang menyambar saat ibunya mengisi minyak tanah saat menghidupkan lampu teplok.
Pewarta : Tembilahan, (Antarariau.com) - Komisi II DPRD Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, memint
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026

